Skor akhir

19 Maret 2016 20:45

Roma
39' (babak kedua) Nainggolan
Inter
8' (babak kedua) Perisic
wasit Daniele Orsato / hakim garis Cariolato, Meli / ofisial ke-4 De Luca / asisten tambahan Rocchi, Celi
Saksikan cuplikan
MenitKomentar teks
MenitKomentar teks
Biabiany
6.15
6.15
Nagatomo
6.88
6.88
Handanovic
6.82
6.82
D'Ambrosio
6.18
6.18
Medel
6.46
6.46
Brozovic
7.2
7.2
Miranda
7.47
7.47
Murillo
6.3
6.3
Manaj
5.88
5.88
Perisic
8.28
8.28
Ljajic
5.71
5.71
Melo
5.43
5.43
Eder
5.17
5.17
Peringkat rata-rata6.46
6tembakan tepat sasaran2
5tembakan meleset2
10pelanggaran12
8tendangan sudut2
3offside1
60%penguasaan bola40%
menang(27)seri(23)kalah(36)

ROMA – Skuat Inter layak mendapat penghargaan sepulangnya ke Milan berkat penampilan apik mereka di Stadio Olimpico, walau hanya mendapatkan satu angka, mengingat pertarungan sengit yang berakhir imbang 1-1 di Roma.

Ivan Perisic membawa Nerazzurri unggul lebih dulu di babak kedua. Namun, di saat pasukan Roberto Mancini menatap kemenangan tandang, Radja Nainggolan sanggup mencetak gol penyama di menit 84.

Inter tampil tanpa penyerang Mauro Icardi dan Stevan Jovetic. Mereka juga tak diperkuat oleh Rodrigo Palacio yang terkena skorsing, sedangkan Geoffrey Kondogbia menepi sesaat sebelum pemanasan. Mancini memilih memainkan Jonathan Biabiany dan Ivan Perisic di sayap, sementara Adem Ljajic dipasang di peran bebas di belakang Eder. Samir Handanovic mengisi posisinya di bawah mistar gawang, di belakang barisan empat bek Danilo D'Ambrosio, Miranda, Jeison Murillo dan Yuto Nagatomo.

Peluang pertama pertandingan didapat oleh Giallorossi. Di menit ketiga, Stephan El Shaarawy mengoper bola ke Diego Perotti untuk melepaskan tembakan pertama yang melambung. Inter membalas dengan crossing Jonathan Biabiany yang mengarah ke Ivan Perisic di tiang jauh, namun Alessandro Florenzi mampu memblok tembakan voli.

Nerazzurri menunggu 15 menit untuk peluang lainnya: Adem Ljajic mendapat bola dan mencoba menembak, tapi bola dikuasai oleh Perisic. Bintang Kroasia melepaskan tembakan menyilang ke area berbahaya, namun Kostas Manolas bisa mengantisipasi.

Inter menaikkan tekanan dan kesempatan terbaik mereka datang dari sayap kiri. Di menit 28, Perisic mengancam dari sayap, bekerja sendirian mencari ruang dan menembak bola yang melambung tipis.

Giallorossi sempat memasukkan bola di sisa babak pertama sepuluh menit, namun hakim garis lebih dulu mengangkat bendera tanda offside setelah Mohamed Salah berdiri bebas dan mengangkat bola di atas Handanovic. Pemain bernomor punggung 1 Inter tampil hebat sebelum turun minum, melakukan aksi refleks keren saat menghalau sepakan voli keras El Shaarawy.

Tak ada pergantian pemain dari kedua tim di masa istirahat, dan masing-masing kesebelasan membuat banyak peluang di awal babak kedua. Namun demikian, sampai menit 53, skor kacamata belum terpecahkan.

Inter menekan tinggi di lapangan, dengan Gary Medel dan Ljajic lebih banyak merebut penguasaan bola. Pemain asal Serbia itu mengirim bola ke depan kepada Brozovic, yang memberi operan first-time kepada Perisic. Dengan sekali sentuh, Perisic kemudian melepaskan tembakan keras yang melewati jangkauan kiper Wojciech Szczesny dan bola masuk gawang.

Gol tersebut memaksa Luciano Spalletti melakukan satu pergantian pemain dan pelatih Roma mengganti Seydou Keita dengan Dzeko, mengubah formasi menjadi 4-3-3. Roma segera meningkatkan tekanan dan Dzeko memberi dua peluang emas agar timnya menyamakan skor, tapi dua-duanya gagal berbuah gol.

Kubu tuan rumah dalam posisi unggul dan Perisic hampir bikin Roma menyamakan skor ketika umpan tak jelasnya disambar oleh El Sharaawy, yang tembakannya menyamping.

Inter mencoba terus menekan dengan gerakan mengalir, namun Szczesny keluar dari sarang untuk menggagalkan crossing Perisic yang tertuju ke Eder. Gol penyama Roma akhirnya tercipta di menit 84, meski didahului dengan keberuntungan. Dzeko awalnya menembak buruk di dalam kotak, tapi bola justru dikuasai oleh Nainggolan yang tanpa ampun ditembak hingga bola masuk gawang Handanovic.

Tak ada tambahan gol di sisa waktu, Nerazzurri pun berhak mencuri satu angka di ibukota, dan skuat Mancini naik dengan mengoleksi 55 poin.

ROMA 1-1 INTER (HT: 0-0)
Pencetak gol: Perisic 53', Nainggolan 84'.

ROMA: 25 Szczesny; 24 Florenzi, 44 Manolas, 2 Rudiger, 3 Digne (33 Emerson, 81'); 4 Nainggolan, 15 Pjanic, 20 Keita (9 Dzeko, 57'); 11 Salah, 8 Perotti, 22 El Shaarawy (16 De Rossi, 90+2').
Cadangan: 26 De Sanctis, 6 Strootman, 10 Totti, 13 Maicon, 14 Falque, 21 Vainqueur, 35 Torosidis, 48 Ucan, 87 Zukanovic.
Pelatih: Luciano Spalletti.

INTER: 1 Handanovic; 33 D'Ambrosio, 25 Miranda, 24 Murillo, 55 Nagatomo; 77 Brozovic, 17 Medel; 11 Biabiany (97 Manaj, 81'), 22 Ljajic (83 Melo, 87'), 44 Perisic; 23 Eder.
Cadangan: 30 Carrizo, 46 Berni, 5 Jesus, 12 Telles, 21 Santon, 27 Gnoukouri.
Pelatih: Roberto Mancini.

Kartu kuning: Keita 22', Medel 63', Handanovic 74', Rudiger 75', Manolas 88'.

Injury time: 1+3 menit.

Wasit: Daniele Orsato.
Hakim garis: Gianluca Cariolato, Filippo Meli.
Ofisial keempat: Francesco De Luca.
Asisten tambahan: Gianluca Rocchi, Domenico Celi. 

susunan pemain awal

Szczesny 251 Handanovic
Florenzi 2433 D'Ambrosio
Manolas 4425 Miranda
Rudiger 224 Murillo
Digne 355 Nagatomo
Nainggolan 417 Medel
Pjanic 1577 Brozovic
Keita 2011 Biabiany
El Shaarawy 2222 Ljajic
Perotti 844 Perisic
Salah 1123 Eder

cadangan

De Sanctis 2630 Carrizo
Strootman 646 Berni
Dzeko 95 Jesus
Totti 1012 Telles
Maicon 1321 Santon
Falque 1427 Gnoukouri
De Rossi 1683 Melo
Vainqueur 2197 Manaj
Emerson 33
Torosidis 35
Ucan 28
Zukanovic 87