Adu Statistik Derby

ADU STATISTIK DERBY

Sajian fakta dan catatan menarik menjelang partai derby dalam pekan ke-22 Serie A malam ini di Meazza

MILAN – Stadio Meazza tengah menanti dan berharap malam ini sebagai salah satu dari pertandingan terbesar musim ini: AC Milan v Inter.

Inilah derby kedua Serie A musim 2015/116 seusai Nerazzurri menang 1-0 pada September berkat gol penentu yang diciptakan oleh Fredy Guarin.

Menjelang kick-off pertandingan pekan ke-22, berikut ini kumpulan fakta dan catatan menarik dengan bantuan sahabat kita di Opta.

PERTEMUAN KEDUA TIM

Ini merupakan Derby della Madonnina ke-164 di Serie A. Inter memenangi 61 pertemuan liga sebelumnya, sisanya 52 kali imbang dan 50 kali Rossoneri menang.

Inter adalah tim yang bikin AC Milan paling sering kalah di Serie A (61 kali) dan kemasukan paling banyak (225).

Dalam tujuh derby terakhir di liga, kedua tim tidak mencetak lebih dari satu gol.

Rossoneri hanya mampu menang satu kali dalam sembilan derby terakhir di Serie A, imbang tiga kali dan kalah lima kali.

Inter memenangkan 12 dari 21 derby terakhir di liga sejak 2005/06, kalah setengah lusin dan seri cuma tiga kali (semua tiga partai imbang itu terjadi dalam enam derby terakhir).

Skor akhir yang paling sering tercipta dalam duel di Serie A ini adalah 1-1, sebanyak 26 kali, skor ini terakhir muncul pada November 2014.

Pertandingan kedua tim berakhir seri tanpa gol sebanyak 12 kali, termasuk pertemuan kedua di liga musim lalu.

PERTEMUAN SEBELUMNYA DENGAN TUAN RUMAH AC MILAN

Hanya satu kali seri dalam sepuluh pertandingan terakhir pada saat Rossoneri bertindak sebagai tuan rumah, dan itu terjadi pada pertemuan terakhir: 1-1 pada November 2014 dengan gol Menez dan Obi. Selama periode tersebut, sisanya lima kali tuan rumah menang dan empat kali tim tamu menang.

Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan dalam dua Derby Milan terakhir di Serie A dengan tuan rumah Rossoneri, dalam tujuh pertemuan sebelum itu ada delapan kartu merah (lima untuk Inter, tiga untuk AC Milan).

PERFORMA TERKINI

Skuat AC Milan besutan Sinisa Mihajlovic mendulang empat angka lebih banyak ketimbang tim asuhan Filippo Inzaghi setelah jumlah pertandingan liga yang sama (21) pada musim 2013/14.

Rossoneri hanya kalah satu kali dalam delapan pertandingan terakhir di liga (menang 3 kali, seri 4 kali).

AC Milan kemasukan empat gol dalam tujuh partai terakhir di San Siro, sebelumnya kejebolan tujuh gol dalam tiga laga perdana di Serie A musim ini.

Inter meraup lima angka dari lima partai terakhir di liga. Ini performa minor kedua mereka musim ini sehabis mereka mendapat tiga poin dari empat pertandingan selama Oktober.

Hanya satu kali sejak 1995, Nerazzurri mencetak gol yang lebih sedikit dibanding jumlah gol mereka musim ini (26) setelah 21 pertandingan: pada musim 2000/01 Inter mengoleksi 25 gol pada tahap ini dan finis di urutan kelima klasemen liga.

Inter menorehkan lebih dari satu gol dalam sebuah laga hanya tiga kali sepanjang liga musim ini, ke gawang Carpi, Frosinone dan Udinese. Meski demikian, mereka hanya dua kali gagal melesakkan gol, melawan Juventus dan Sassuolo.

Untuk kali pertama musim ini, anak-anak asuh Roberto Mancini tidak mampu menjaga clean sheet dalam tiga partai berturut-turut.

STATISTIK UMUM

Nerazzurri mempunyai rekor pertahanan terbaik di Serie A, dengan hanya kemasukan 14 gol dalam 21 pertandingan.

AC Milan kebobolan 17 gol di babak kedua setiap pertandingan musim 2015/16 – tiga gol lebih banyak daripada jumlah gol kejebolan Inter selama 90 menit penuh di setiap laga.

Inter, Udinese dan Verona menjadi tim Serie A tersisa yang belum mencetak gol dalam 15 menit pertama permainan musim ini. Tiga dari empat gol kemasukan terakhir skuat Mancini tercipta dalam lima menit terakhir permainan, dan dua diantaranya di masa injury time.

48% dari jumlah gol kemasukan Rossoneri musim ini (12 dari 25) tercipta dari set piece – persentase tertinggi di antara tim-tim di Serie A.

Hanya tim Carpi (satu) dan Genoa (empat) mencetak gol lebih sedikit dibanding Inter (enam) dari bola mati musim ini.

Inter adalah tim satu-satunya yang belum kemasukan gol sundulan di liga, sedangkan AC Milan adalah salah satu tim yang paling sering mencetak gol sundulan (tujuh gol), sesudah Juventus dan Palermo (masing-masing delapan gol).

Rossoneri belum menorehkan gol apapun dari permainan terbuka di luar kotak penalti musim ini, rekor yang mereka bagi dengan Udinese dan Verona.

Inter belum mampu membalikkan hasil pada saat mereka sedang dalam posisi tertinggal sepanjang musim 2015/16 (enam kali): seri dua kali dan kalah empat kali. Walaupun begitu, mereka belum pernah kalah dari 14 pertandingan yang mereka unggul lebih dulu (menang 12 kali, imbang 2 kali).

PEMAIN

Giacomo Bonaventura menorehkan empat gol dalam tujuh pertemuan dengan Inter di Serie A, membuat tim kita menjadi target favoritnya, namun dia belum mencetak gol dalam tiga derby terakhir. Hanya Insigne (dengan 8 assist) membantu terciptanya gol lebih banyak daripada Bonaventura di liga musim ini (tujuh). Gelandang AC Milan itu juga menempati peringkat ketiga dalam daftar membuat peluang (49), di belakang Marek Hamsik dan Borja Valero.

Carlos Bacca mencetak gol dalam dua partai Serie A terakhir, tapi belum menjebol gawang beruntun di tiga pertandingan liga sejak dirinya tiba di Italia. Golnya ke Empoli – mencetak gol dengan tembakan tepat sasaran pertama selama delapan kali dalam sembilan laga – membuat jumlah golnya musim ini mencatat dua catatan sekaligus. Bacca lebih sering terjebak offside dibanding pemain manapun di Serie A musim ini (31 kali).

Mauro Icardi memerlukan satu gol untuk menembus 100 gol di Serie A selepas 107 pertandingan. Penyerang Nerazzurri asal Argentina ini belum mencetak gol dalam tiga penampilan terakhirnya dan masih belum buruk saat dia tak mengemas gol di lima laga beruntun sepanjang Oktober 2014. AC Milan merupakan satu dari dua tim (tim lainnya adalah Torino) yang belum dibobol oleh Icardi setelah memainkan dua pertandingan. Dia sudah enam kali menghadapi Rossoneri (satu kali bersama Sampdoria) belum bisa bikin gol. Musim ini Icardi mengoleksi 8 gol dari hanya 27 tembakan, membuatnya rasio tembakan-jadi-gol terbaik ketiga di Serie A dengan 29.6 persen, di belakang Bacca (34.5 persen) dan Eder (31.6 persen) di antara para striker dengan torehan lima gol.

Seperti musim lalu ketika dia mencetak delapan gol, Rodrigo Palacio membuka pundi golnya musim ini sesudah 14 pertandingan liga. El Trenza memenangkan Derby Milan pada Desember 2013 (1-0).

Ivan Perisic tidak mencetak gol dalam 12 pertandingan Serie A dan membuat 19 tembakan sejak gol terakhirnya di liga. Meski begitu, dia membantu terciptanya 2 gol terakhir Icardi di Serie A.

Adem Ljajic mencetak dua gol dan menyumbang tiga assist dalam enam pertandingan tersebut. Pemain asal Serbia itu melesakkan satu gol ke AC Milan sepanjang karirnya: satu gol penalti untuk Fiorentina pada April 2013.

Juraj Kucka menorehkan gol pertamanya untuk AC Milan saat bertemu Roma pada 9 Januari. Sebelum itu, gol terakhirnya di liga adalah gol penentu kemenangan Genoa 3-2 atas Inter pada Mei lalu.

Riccardo Montolivo adalah pemain outfield yang paling sering mengambil alih penguasaan (189 kali) dan menggagalkan umpan terbanyak (75) di Serie A musim ini.

Mario Balotelli berasal dari akademi Nerazzurri dan memenangi tiga gelar juara liga bersama Inter dari 2007 sampai 2010, menorehkan 20 gol dalam 59 penampilan di Serie A. Dia belum pernah menjebol mantan klubnya dalam empat derby sebagai penggawa AC Milan. Empat dari enam gol terakhir Balotelli bagi Rossoneri di semua kompetisi berasal dari bola mati (dua penalti dan dua tendangan bebas). Gol terakhir Balotelli dari permainan terbuka di Serie A terjadi pada April 2014: gol sundulan ke gawang Livorno.

Andrea Poli adalah mantan pemain Inter lainnya, dia mencatat 18 penampilan bersama Nerazzurri pada musim 2011/12.

Samir Handanovic (85 persen) dan Gianluigi Donnarumma (76 persen) adalah dua penjaga gawang dengan persentase penyelamatan tertinggi musim ini.

PELATIH

Sinisa Mihajlovic menghabiskan empat tahun di Inter antara 2004 dan 2008, pertama sebagai pemain, kemudian menjadi asisten Mancini, dia sebagian besar punya karir main bareng bos Nerazzurri kita saat ini di Sampdoria dan Lazio.

Sinisa Mihajlovic dan Roberto Mancini akan bertemu untuk ketiga kalinya di Serie A hari ini. Pelatih asal Serbia itu kalah dalam perjumpaan pertama musim ini dengan skor 0-1, sedangkan musim lalu – di kursi pelatih Sampdoria – dia menekuk Inter Mancini dengan skor yang sama.

Ini pertemuan ke-10 Mihajlovic dengan Inter sebagai pelatih di Serie A. Dia hanya memenangkan dua laga sejauh ini, sisanya seri satu kali dan kalah enam kali.

Roberto Mancini belum kalah dari Rossoneri di Serie A sejak kembali menukangi Inter sebelum Derby Milan 14 November 2014 (menang 1 kali, seri 2 kali).

Ini Derby della Madonnina ke-12 Mancini sebagai arsitek Inter selama dua kali kepelatihannya di klub. Rekornya tercatat lima kali menang, tiga kali imbang dan tiga kekalahan.

WASIT DAN DISIPLIN

Ini bakal menjadi pertandingan ke-155 yang diwasiti oleh Antonio Damato di Serie A dan laga ke-10 nya musim ini. Dia sudah memberikan dua hadiah penalti dan mengeluarkan empat kartu merah sejauh ini pada musim 2015/16.

Hanya satu pertandingan yang dipimpin oleh Damato berkesudahan imbang, dengan dua kemenangan bagi tuan rumah, sisanya enam partai dimenangi oleh kubu tim tamu.

Damato akan memimpin Derby Milan yang pertama baginya di Serie A malam ini, dan derby apapun yang kedua sesudah Genoa 0-1 Sampdoria pada September 2014.

Damato mewasiti AC Milan dan Inter masing-masing 18 kali di Serie A. Rossoneri menang 9 kali, seri 4 kali dan kalah 5 kali, sedangkan Nerazzurri menang 12 kali, seri 1 kali dan kalah 5 kali.

Setelah Napoli, Inter itu kesebelasan Serie A yang paling banyak bikin pelanggaran musim ini (271). Skuat Mancini mengoleksi 57 kartu (51 kuning, 6 merah) atau rata-rata satu kartu tiap 4.75 pelanggaran, rataan tertinggi dibanding tim-tim lainnya di Serie A.

AC Milan adalah tim yang paling sering terperangkap offside (70 kali) sepanjang musim 2015/16.

SKORSING:
AC Milan: -
Inter: -

SATU KARTU KUNING LAGI KENA SKORSING:
Milan: Abate.
Inter: Kondogbia, Medel, Melo, Miranda.


Versione Italiana 

Load More