Pasinato: "Saya rasa saya meninggalkan kesan yang bagus"

PASINATO: "SAYA RASA SAYA MENINGGALKAN KESAN YANG BAGUS"

Pemenang Scudetto 1979/80 jadi tamu pekan ini di Memorabilia: "Kami meraih gelar bersama pemain muda. Gol saya tidak banyak, tapi saya banyak assist"

APPIANO GENTILE - Giancarlo Pasinato adalah tamu pekan ini di Memorabilia. Mantan pemain sayap kanan ini bergabung dengan Inter tahun 1978 setelah menempuh perjalanan dari liga bawah dan mengumpulkan medali juara Serie D dan Serie B.

"Waktu itu, setelah selesai sekolah menengah Anda akan bekerja,” dia menjelaskan. “Saya punya pekerjaan selama dua tahun dan saya menjadi pemain sepak bola sepulang kerja. Ketika Treviso membeli saya, saya berhenti bekerja dan menjadi pemain sepak bola purnawaktu."

"Setelah itu saya pindah ke Ascoli dan kami memenangkan Serie B dengan 61 poin – sebuah rekor mengingat jumlah pertandingan yang kami mainkan.”

Begitu dia pindah ke Inter, orang mulai mengatakan, “Kami akan memenangkan liga bersama Beccalossi dan Pasinato.” Ini tidak langsung terjadi melainkan di tahun keduanya bersama klub, 1979/80.

“Usia saya 24 waktu kami memenangkan Scudetto. Selain Oriali, Bordon, dan Marini kami semua adalah pemain muda. Barangkali kami bisa berhasil dengan pemain kelas dunia, seseorang yang betul-betul bisa memimpin tim dan mengilhami kami menuju periode sukses yang berkelanjutan."

“Saya bisa bermain di banyak posisi, di mana pun di sayap. Saya sendiri tidak banyak mencetak gol, tapi saya banyak mengirim umpan yang menghasilkan gol. Saya tidak begitu suka bertahan tapi saya rasa saya meninggalkan kesan yang bagus. Saya selalu melakukan yang terbaik.”

Setelah memenangkan gelar liga dan Coppa Italia bersama Inter, Pasinato bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman dan membantu mereka menjuarai Serie B.

“Saya selalu bersikap profesional. Setelah setahun di Milan, saya kembali ke Inter dan menghabiskan dua musim lagi di sana, kemudian saya kembali ke Ascoli. Saya tidak bermain untuk banyak klub. Saya bahkan kembali ke Cittadella untuk menutup karier."

"Bergomi, Zenga, dan Ferri masuk tim inti pada periode itu, dan mereka kemudian membentuk inti dari tim Inter yang sukses sesudahnya.”


中文版  日本語版  Versión Española  English Version  Versione Italiana 

Load More