Inter vs. Sassuolo: Statistik dan trivia

INTER VS. SASSUOLO: STATISTIK DAN TRIVIA

Bersama Opta, berikut semua statistik untuk laga pada hari Sabtu pukul 20:30 CET

MILAN - Setelah kemenangan di Coppa Italia, selanjutnya Inter menatap laga Serie A di San Siro. Menjelang pertandingan berikutnya melawan Sassuolo, kami bersama Opta akan menyuguhkan Anda dengan semua statistik dan trivia yang relevan.

Inter menang atas Sassuolo dalam empat dari 11 pertemuan terakhir di Serie A, dua di antaranya berakhir dengan skor 7-0. Sejauh ini, dua dari tiga kekalahan terbesar di Serie A datang saat menghadapi Nerazzurri.

Tiga dari empat laga terakhir Inter di Serie A, berakhir dengan kemenangan 1-0 (satu-satunya hasil imbang terjadi saat melawan Chievo pada bulan Desember). Dari tim-tim saat ini di Serie A, Inter memiliki catatan beruntun terlama tanpa mencatatkan skor 0-0. Mereka telah memainkan 25 laga sejak hasil imbang tanpa gol terakhir, yang terakhir terjadi saat melawan Atalanta pada bulan April tahun 2018. Inter sudah memenangkan seluruh tujuh laga tandang terakhir di Serie A, dengan enam pertandingan di antaranya tidak kebobolan. Nerazzurri tidak kebobolan selama tujuh laga kandang beruntun di Serie A, sejak bulan April 2010.

Sejauh musim ini berlangsung, Inter memiliki catatan yang sama dengan Cagliari dalam hal jumlah gol sundulan (tujuh). Gol sundulan terakhir Inter tercipta pada saat melawan Roma di Olimpico, sementara itu mereka belum pernah mencetak gol di kandang sejak bulan November melawan Frosinone. Pada musim ini, tidak ada tim lagi yang telah mencetak gol lebih banyak melalui umpan silang daripada Inter: 10, yang merupakan lebih banyak enam gol daripada Sassuolo. Nerazzurri juga memiliki upaya umpan silang (432) dan tendangan sudut terbanyak (147) musim ini.

Mauro Icardi telah mencetak empat gol dalam delapan laga Serie A melawan Sassuolo, termasuk hat-trick pertamanya bersama Nerazzurri pada bulan September 2014 saat meraih kemenangan dengan skor 7-0. Icardi telah mencetak sembilan gol di Serie sejauh ini. Selama paruh pertama musim 2017-18, ia mencetak 17 gol (50 persen dari total gol tim), sementara ia mencetak 14 gol selama periode yang sama pada musim 2016-17. Terakhir kali ia mencetak beberapa gol saja yaitu pada paruh pertama musim 2015-16 (delapan).

Selama periode pertama kompetisi musim ini, Matteo Politano (96 penampilan dan 20 gol bagi Sassuolo di Serie A) mencatatkan 19 penampilan bersama Nerazzurri, mencetak dua gol dan menyediakan tiga asis. Selama periode yang sama pada musim terakhir, ia mencetak tiga gol dan menciptakan tiga asis dalam 17 penampilan.

Stefan de Vrij mencetak gol dalam laga kandang terakhir melawan Sassuolo di Serie A, tercipta pada saat meraih kemenangan 6-1 bagi Lazio pada bulan Oktober 2017. Sementara itu, Lautaro Martinez, yang melakoni debutnya di Serie A pada paruh pertama musim ini, sejauh ini telah terlibat dalam empat gol (mencetak tiga gol dan menciptakan satu asis) dalam enam penampilan liga di San Siro.

Ivan Perisic belum mencetak gol pada tujuh penampilan terakhirnya di Serie A di Meazza (gol terakhirnya tercipta saat melawan Torino pada bulan Agustus). Di antara para pemain yang sedikitnya mengoleksi enam kali penampilan, Marcelo Brozovic memiliki rerata paling tinggi dalam melakukan operan selama 90 menit (106). Samir Handanovic ialah penjaga gawang dengan persentase penyelamatan tertinggi di Serie A sejauh ini. Dengan jumlah 10, ia juga memiliki jumlah clean sheet terbanyak, yaitu setidaknya tiga lebih banyak daripada penjaga gawang lainnya di Serie A.


日本語版  English Version  中文版  Versión Española  Versione Italiana 

LE PAROLE DI MANCINI POST INTER TORINO

Load More