Statistik dan trivia jelang Inter vs. Udinese

STATISTIK DAN TRIVIA JELANG INTER VS. UDINESE

Nerazzurri akan menjalani pertandingan ketiga di liga pada hari Minggu pukul 01:45 WIB

MILAN – Pertandingan liga sebentar lagi akan kembali bergulir! Pasca jeda internasional, Nerazzurri akan kembali beraksi. Menjelang pertandingan mereka melawan Udinese di San Siro, kami akan menyuguhkan berbagai fakta dan angka-angka yang perlu Anda ketahui, berkolaborasi dengan Opta.

Inter dan Udinese akan menjalani pertemuan ke-93 di Serie A pada Minggu dini hari, Nerazzurri menang 45 kali dan kalah 21 kali dari Bianconeri. Inter unggul dalam tujuh dari sembilan pertemuan terakhir kedua tim di San Siro.

Nerazzurri menang dalam dua pertandingan pertama di liga musim ini: sejak dimulainya era tiga poin, Inter telah empat kali berhasil memenangkan seluruh tiga laga perdana Serie A (1997/98, 2002/03, 2015/16 dan 2017/18).

Inter mencatatkan enam kemenangan dari delapan pertandingan liga terakhir yang digelar setelah jeda internasional, menorehkan lima clean sheet dari delapan laga.

Sejak awal musim 2018/19, Nerazzurri hanya kebobolan 10 kali di kandang dalam pertandingan di liga kasta tertinggi Italia, setidaknya enam gol lebih sedikit dari tim-tim yang berlaga di Serie A musim lalu dan musim ini.

Hanya Atalanta (22) yang memiliki tembakan tepat ke arah gawang lebih banyak dari Udinese (17) di awal musim ini, sementara Inter mencatatkan 13 tembakan. Walaupun begitu, Nerazzurri mampu mencetak empat gol lebih banyak dari Bianconeri (enam vs. dua)

Enam gol Inter sejauh ini dicetak oleh lima pemain berbeda. Hanya Napoli yang memiliki jumlah pencetak gol lebih banyak (enam).

Terkait tembakan tepat ke arah gawang yang dilakukan lawan, Inter dan Udinese termasuk dalam tiga tim yang menerimanya dengan jumlah paling sedikit di awal musim ini: empat untuk Nerazzurri dan tiga bagi Bianconeri (bersama Bologna). Musim lalu, Udinese menerima tembakan tepat ke arah gawang dari lawan dengan rata-rata 4.9 kali per pertandingan. 

Inter menjadi tim dengan persentase tertinggi dalam hal umpan sukses setelah dua pertandingan: 88.6%.

Sejauh ini, hanya Bologna (67) yang memiliki sentuhan lebih banyak di kotak penalti lawan daripada Inter (62).

FOKUS PEMAIN

Romelu Lukaku berhasil mencetak gol dalam dua penampilan pertamanya untuk Inter di Serie A: tidak ada pemain Nerazzurri yang selalu mencetak gol dalam tiga laga pertama bersama Klub di liga level tertinggi sejak musim 1994/95.

Sejak berlangsungnya kompetisi Serie A, hanya ada satu pemain yang mencetak gol dalam tiga laga pembuka Inter saat jalani musim perdananya di level tertinggi: Istvan Nyers, pada musim 1948/49. Romelu Lukaku memiliki peluang menjadi pemain kedua yang meraih capaian serupa.

Udinese merupakan tim yang menjadi favorit Brozovic dalam hal kontribusi terciptanya gol di Serie A (lima: dua gol dan tiga asis).

Selama dua musim beruntun, Marcelo Brozovic memimpin daftar pemilik sentuhan pada bola dan operan sukses terbanyak di area lawan (219 dan 96 kali di musim ini).

Penampilan perdana Candreva di kompetisi tertinggi sepak bola Italia terjadi saat membela Udinese musim 2007/08. Dia mencatatkan tiga penampilan bagi tim berjuluk Friulani ini di kompetisi tersebut.

Asamoah tampil dalam 114 pertandingan bagi Udinese di Serie A, mencetak delapan gol.

Samir Handanovic mengenakan seragam Udinese sebelum hijrah ke Inter: dia terlibat dalam 182 pertandingan bagi Bianconeri, menyelamatkan 14 kali tendangan penalti lawan selama periode tersebut. Penjaga gawang lainnya yang dimiliki Inter, Daniele Padelli, juga sempat membela tim asal Udine ini, mencatatkan sembilan kali penampilan di Serie A antara tahun 2012 dan 2013.

Stefano Sensi telah mengoleksi dua gol dalam empat pertandingan melawan Udinese di kompetisi tertinggi sepak bola Italia, meski kedua golnya terjadi di Dacia Arena.

Hingga saat ini, Udinese merupakan satu-satunya tim yang dibela oleh Alexis Sánchez di Serie A. Dia mencetak 20 gol dalam 95 pertandingan bagi Bianconeri namun hanya mampu mencetak satu gol di San Siro, ketika pertandingan antara Milan dan Udinese berakhir imbang 4-4 pada bulan Januari 2011.

Alexis Sánchez akan mencoba untuk menjadi pemain asal Cile kelima yang mencetak gol untuk Inter di Serie A setelah Iván Zamorano, David Pizarro, Luis Jiménez dan Gary Medel.


日本語版  Versione Italiana  English Version  Versión Española 

Load More