GUESS THE PLAYER - MASSIMO PAGANIN: "KAMI KALAHKAN BORUSSIA DORTMUND 25 TAHUN LALU, SAYA AKAN BERI TAHU CARANYA"

Jawaban dari kuis di Instagram dan nostalgia pertandingan UEFA Cup melawan tim asal Jerman pada musim 1993-94

1/36

MILAN - 25 tahun yang lalu. Rasanya waktu belum berlalu selama itu karena kenangan akan hal ini masih tertambat kuat. Kenangan yang mampu bertahan dari ujian waktu. Pada Kamis dini hari nanti, Borussia Dortmund akan menjadi tamu di San Siro dan terakhir kali kami bertemu di sana pada 17 Maret 1994. Saat itu kami bertemu di perempat-final UEFA Cup yang dimainkan dalam dua pertemuan, di Dortmund dan juga Milan, serta membangkitkan kembali kenangan tentang Nerazzurri di era '90. 

Massimo Paganin baru saja menjadi pemain Inter. Ia berusia 23 tahun kala itu dan kakaknya, Antonio, telah berada di klub sejak 1990. “Mustahil untuk dapat melupakan kiprah kami di kompetisi Eropa pada tahun tersebut,” ujarnya. Ini terjadi pada musim 1993-94, Inter mengalami kesulitan di liga namun mampu melangkah jauh di Eropa dan sedang berusaha untuk meraih gelar UEFA Cup. Dortmund menjadi salah satu tantangan pada musim itu dan tim asal Jerman ini seakan membawa keberuntungan bagi Inter, yang memenangkan dua gelar di kompetisi Eropa ketika Nerazzurri menghadapi BVB dalam dua kesempatan.

“Kami sedang mengalami kesulitan di Serie A namun kompetisi di luar liga menghadirkan kisah yang berbeda di tahun itu,” jelas Paganin. “Kami pergi ke Dortmund dan berhadapan dengan tembok kuning yang terkenal itu. Sama seperti saat ini, para penggemar Borussia menghadirkan sesuatu yang lebih untuk tim. Kami bermain tanpa Dennis Bergkamp di laga tandang namun tim asal Jerman pun memiliki beberapa masalah dalam timnya. Mereka adalah tim top dengan banyak pemain yang pada nantinya akan memenangkan Champions League di tahun 1997. Di Jerman, saya memulai bersama kakak saya, Antonio. Saya harus beroperasi di sisi kiri di mana Reuter membuat saya sangat berkeringat sepanjang pertandingan. Kami menang 3-1 berkat dua gol Jonk, gol pertama tercipta berkat asis dari saya. Wim merupakan pemain kunci, dia memiliki fisik yang kuat dan mampu membaca ritme permainan, dia tahu bagaimana caranya berlari kemudian melepaskan tendangan. Saat unggul 2-0, kami kebobolan, sebelum Igor Shalimov mengubah kedudukan menjadi 3-1 melalui serangan balik pada menit ke-89.” 

Giampiero Marini menjadi pelatih tim pada musim tersebut setelah bergabung sejak awal musim. “Dia merupakan eks rekan setim Zenga, Ferri dan Bergomi di dalam skuat saat itu, dia menaruh kepercayaan kepada para pemain senior untuk keluar dari situasi yang sulit. Pada pertemuan kedua, kami tertinggal 0-2 di San Siro dalam pertandingan yang berjalan alot dan penuh dengan peluang bagi kedua tim. Saya masih ingat ketika tendangan Dennis Bergkamp mengenai tiang gawang dan merasa lega setelah gol yang tercipta melalui Manicone membawa kami ke babak semi-final. Pada kesempatan tersebut, para pendukung asal Jerman kembali hadir untuk memberi dukungan kepada tim mereka dengan penuh semangat dan laga tersebut merupakan pertandingan klasik.” 

Perjalanan tim di kancah Eropa musim itu berakhir dengan kemenangan dalam dua leg final melawan Salzburg. Skor 0-1 tercipta di Prater, Wina dan skor 1-0 di San Siro. Berti dan Jonk mencetak dua gol tersebut. “Saya bermain bersama para pemain hebat, mereka menjadi panutan dan legenda sesungguhnya dalam sejarah Inter. Kemudian, saya merasa beruntung dapat mengangkat trofi bersama kakak saya, Antonio. Hanya kami, dua pemain bersaudara asal Italia dalam sejarah sepak bola yang memenangkan trofi Eropa yang sama. Hal itu menjadi kenikmatan yang unik, berapa banyak kesempatan yang Anda dapatkan dalam hidup untuk bisa bermain bagi Inter bersama saudara kandung sendiri dan memenangkan sebuah trofi bergengsi?”

 
1 Maret 1994 - PEREMPAT-FINAL, LEG PERTAMA, UEFA CUP 1993/1994
BORUSSIA DORTMUND 1-3 INTER 
Borussia Dortmund: Klos, Schulz, Sammer, Reuter, Kutowski, Poschner (77' Ricken), Rodriguez, Freund, Zorc (46' Povlsen), Chapuisat, Riedle.
Pelatih: Ottmar Hitzfeld
 
Inter: Zenga, A. Paganin, Bergomi, Ferri, M. Paganin, Orlando, Jong, Manicone, Shalimov, Fontolan (70' Dell'Anno), Sosa.
Pelatih: Giampiero Marini
 
Gol: 33' dan 36' Jonk (I), 83' Schulz (B), 90' Shalimov (I)
 
17 Maret 1994 - PEREMPAT-FINAL, LEG KEDUA, UEFA CUP 1993/1994
INTER 1-2 BORUSSIA DORTMUND 
Inter: Zenga, Battistini, Ferri, Bergomi, M. Paganin, Orlando, Manicone, Shalimov (66' Berti), Fontolan, Bergkamp, Sosa ('82' Schillaci).
Pelatih: Giampiero Marini
 
Borussia Dortmund: Klos, Zelic, Schulz, Schmidt, Sammer, Reuter, Reinhardt, Zorc, Ricken (55' Poschner), Povlsen (73' Sippel), Chapuisat.
Pelatih: Ottmar Hitzfeld
 
Gol: 38' Zorc (B), 47' Ricken (B), 81' Manicone (I)


Versione Italiana  English Version  中文版  日本語版  Versión Española 

Load More