MALAM YANG LUAR BIASA: INTER 2-0 BORUSSIA DORTMUND

Gol Lautaro Martinez dan Candreva memastikan kemenangan; Nerazzurri sekarang telah mengumpulkan empat poin di Grup F

MILAN – Malam ini, Nerazzurri meraih kemenangan di Champions league. Inter mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 di San Siro berkat gol-gol dari Lautaro Martinez dan Antonio Candreva. Skuat asuhan Antonio Conte tampil dengan sangat baik; mereka tampil berbahaya, mereka tahu bagaimana dan kapan harus melakukan serangan ke pertahanan Dortmund, jarang dikejutkan oleh serangan lawan dan mampu menembus pertahanan Dortmund secara meyakinkan. Mereka pantas meraup kemenangan dan tentunya tiga poin pada laga Champions League ini.

Babak pertama tidak berjalan sesuai apa yang setiap pemain harapkan. Untuk suatu permulaan, Dortmund memutuskan untuk mengubah formasi mereka; memilih untuk tidak menggunakan formasi standar 4-2-3-1 dan sebagai gantinya menggunakan formasi pragmatis 3-4-3 yang menjadi formasi 5-4-1 saat bertahan. Tim tamu menumpuk banyak pemain di lini tengah dengan maksud memangkas ruang dan waktu para pemain dari lini tengah Nerazzurri. Gaya permainan yang ringkas ini mendominasi jalannya laga sepanjang babak pertama, di mana kedua tim tidak memiliki peluang tendangan tepat sasaran. Namun, Inter lanjut berupaya dan menemukan ruang di lini tengah, meskipun upaya terbaik untuk menghadang serangan kita dilakukan oleh tim asal Jerman ini.

Nerazzurri mulai menembus pertahanan Dortmund; pada menit ke-19, Candreva melakukan tusukan dan melepaskan bola umpan kepada Lautaro, yang dengan upayanya hampir bisa menyambut umpan tersebut. Momen itu menjadi sinyal bahaya dari apa yang bisa ditunjukkan Inter. Kemudian pada menit ke-22, De Vrij, seperti yang dia lakukan ketika melawan Sassuolo, menyediakan asis untuk terciptanya gol pertama. Umpan cerdik ke dalam pertahanan Dortmund membuat Lautaro mampu melewati hadangan para pemain belakang dan sang pemain Argentina ini mengontrol bola menggunakan dadanya hingga tendangannya mampu melewati Burki. Terjadi momen menegangkan sesaat ketika dilakukan pemeriksaan VAR ketika didapati kemungkinan terjadinya offside, namun akhirnya wasit Anthony Taylor mengisyaratkan gol tetap sah.

Namun, momen tersebut tidak membuat ritme pertandingan hilang, melainkan pola permainan dan duel-duel individu terus terjadi ketika pertandingan dimulai kembali. Dortmund memainkan strategi serangan bergelombang yang secara teratur para pemainnya saling bertukar posisi, hal itu menyulitkan dan merupakan tanda bahaya bagi lini pertahanan Nerazzurri untuk tetap waspada menempel ketat lawan. Dan hanya beberapa menit berselang, Schwarzgelben memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Dalam pola permainan yang terlihat mirip seperti yang dilakukan oleh Berardi pada saat laga akhir pekan lalu, Sancho berhadapan satu lawan satu dengan Handanovic, yang dengan brilian mampu menyelamatkan tendangan mendatar kaki kanan sang pemain sayap tersebut dari jarak yang cukup dekat. Penyelamatan heroik penjaga gawang Nerazzurri ini memastikan Nerazzurri tetap unggul saat peluit akhir babak pertama ditiupkan, 1-0.

Mengawali babak kedua, tim tamu mencoba pendekatan yang berbeda: bermain lebih maju dan agresif, yang berdampak pada semakin terbukanya ruang. Pertandingan semakin memanas dengan serangan Dortmund yang semakin gencar. Hakimi pun ikut mempertajam lini depan dan terus melibatkan diri dalam serangan Dortmund, dengan melancarkan umpan silang berbahaya. Pada menit 64, Handanovic bereaksi cepat untuk mencegah ancaman dari Brandt setelah bola tendangannya sempat terdefleksi De Vrij. Apakah ini menjadi sebuah pertanda? Hampir. Namun, Inter tetap kompak dan dalam diri Lautaro, Nerazzurri memiliki pemain yang selalu menjadi ancaman bagi pertahanan Dortmund. Sejak menit 62, penyerang Argentina itu dipadukan dengan penyerang Sebastiano Esposito, pemain asal Italia berusia 17 tahun tersebut, masuk menggantikan Lukaku dan sekaligus tampil untuk kedua kalinya dalam balutan seragam Nerazzurri dan yang pertama di Champions League. Sang pemain muda ini tampak sama sekali tidak merasa terpana dengan kesempatannya tampil di Champions League, ia bahkan menunjukkan bahwa ia benar-benar bisa mengancam lini belakang tim asal Jerman. Menit ke-75, ancaman di dalam kotak Inter diselesaikan Candreva dengan membuang bola.

Kinerja yang ditampilkan pasukan Inter masih membutuhkan sentuhan akhir yang sempurna. Dan Nerazzurri memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan di menit 83, ketika Esposito dijatuhkan Hummels di dalam kotak penalti. Namun, Burki berhasil menepis tendangan penalti Lautaro. Momen tersebut menjadi pukulan besar dan berpotensi buruk. Tetapi Borussia tidak dapat menemukan sumber tenaga dan ketenangan untuk membobol Inter. Dan pada menit 89, pasukan Conte menyegel kemenangan: Brozovic menyodorkan bola kepada Candreva dan sang pemain sayap Nerazzurri tersebut melancarkan tendangan yang menjebol gawang Burki dengan cara yang luar biasa.

Kemenangan yang pantas didapatkan Inter, yang kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Borussia Dortmund di Grup F. Kedua tim sama-sama berada di bawah Barcelona, tim asal Spanyol itu, mengalahkan Slavia 2-1 di Praha malam ini. Ini adalah kemenangan penting, yang akan memberi Inter rasa antusiasme yang mereka butuhkan untuk pertandingan-pertandingan mendatang, dimulai dengan menghadapi Parma pada hari Sabtu, pukul 23:00 WIB. Malam yang fantastis kita alami di Meazza, #ForzaInter selamanya!

 

INTER 2-0 BORUSSIA DORTMUND

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva, 5 Gagliardini, 77 Brozovic, 23 Barella, 18 Asamoah (34 Biraghi 80'); 10 Lautaro Martinez (20 Borja Valero 90'), 9 Lukaku (62' Esposito).

Pemain Pengganti: 27 Padelli, 95 Bastoni, 19 Lazaro, 16 Politano.

Pelatih: Antonio Conte.

 

BORUSSIA DORTMUND (3-4-3): 1 Bürki; 15 Hummels, 33 Weigl, 16 Akanji (34 Larsen 74'); 5 Hakimi, 28 Witsel, 6 Delaney (8 Dahoud 66'), 14 Schulz; 7 Sancho, 19 Brandt, 23 Hazard (13 Guerreiro 84').

Pemain Pengganti: 35 Hitz, 2 Zagadou, 10 Götze, 26 Piszczek.

Pelatih: Lucien Favre.

 

Pencetak Gol: 22' Lautaro Martinez (I), 89’ Candreva (I)

Kartu Kuning: Brozovic (I), Barella (I), Godin (I), Weigl (B), Hummels (B), Candreva (I)

Tambahan Waktu: 1' – 3'

Catatan: Burki menyelamatkan tendangan penalti Lautaro Martinez pada menit ke-83.

 

Wasit: Taylor.

Asisten: Beswick, Nunn.

Ofisial Keempat: Coote.

VAR dan Asisten VAR: Attwell, Tierney.


English Version  日本語版  中文版  Versione Italiana  Versión Española 

Load More