UCL: BORUSSIA DORTMUND BERHASIL COMEBACK, INTER TAKLUK 3-2

Brandt dan Hakimi membalas gol babak pertama oleh Lautaro dan Vecino

DORTMUND - Kekalahan dialami Inter pada matchday empat. Dan kekalahan ini juga menyakitkan, karena Nerazzurri unggul dua gol terlebih dahulu di babak pertama berkat gol Lautaro dan Vecino. Namun, gol-gol tersebut tidak cukup: tim tuan rumah terus menerus menekan dan Inter tak mampu bereaksi. Hasil akhir 3-2 menutup laga, dengan gol Hakimi (2) dan Brandt berhasil membalikkan keadaan.

Jika Anda hanya melihat statistik penguasaan bola saat jeda babak pertama, Anda akan dimaafkan jika berpikir bahwa laga didominasi Borussia Dortmund hingga saat itu. Akan tetapi, laga pertama menjadi milik pasukan Antonio Conte, yang menerapkan taktik secara disiplin, semangat bersaing yang luar biasa serta ketajaman saat melakukan serangan balik. Nerazzurri unggul hanya dalam lima menit babak pertama berjalan, dan itu semua berkat kerja keras Lautaro Martinez. Sang penyerang asal Argentina menerima umpan panjang Godin, melewati dua pemain Dortmund dan ketika semua orang mengira ia akan menyodorkan bola kepada Lukaku di tengah kotak penalti, ia menyelesaikan sendiri peluangnya. Sangat brilian.  

Gol tersebut membuat laga berjalan terbuka, Dortmund mencoba mengancam lewat sisi kanan melalui Hakimi yang sangat produktif dan terus mengancam. Pola permainan yang apik di sisi kanan menjadi peluang pertama bagi tuan rumah, Handanovic dengan sangat baik menghadang upaya Götze. Namun, Inter tahu apa yang harus dilakukan: menahan tim asal Jerman dan menyerang balik dengan pola serangan yang cerdas. Di menit 22, baik Lautaro maupun Brozovic hampir menggandakan keunggulan Nerazzurri. Borussia lalu menukar penyerang sayap mereka untuk mengubah permainan dan memberikan mereka harapan baru, akan tetapi Inter tetap menjadi tim yang paling berbahaya saat itu. Pada menit ke-40, gol kedua tercipta bagi anak asuh Conte. Sebuah kerja sama tim yang luar biasa. Marcelo Brozovicmemulainya dengan gerakan kaki cekatan dan memberi operan kepada Lautaro, yang langsung melepaskan umpan lambung menuju Candreva. Sang pemain menyodorkan bola ke kaki Vecino, yang langsung menyambarnya ketika ia sedang berlari masuk ke dalam kotak penalti. 2-0 bagi Inter. Gol ini membangkitkan kembali semangat Dortmund, Handanovic pun harus berjibaku menghalau upaya Sancho dan Hazard di penghujung babak pertama.

Namun, jalannya babak kedua jauh berbeda dengan babak pertama karena tim hitam dan kuning ini menerjang pertahanan kami. Tim tuan rumah mengeksekusi rencana permainan mereka dengan sempurna dan dengan tekanan tanpa henti, mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menciptakan gol pertama. Setelah lima menit jalannya babak kedua, Hakimi, pemain terbaik di atas lapangan, mengarahkan bola sodoran dari Götze ke tengah gawang yang mana Handanovic tak mampu menghadangnya. Sejak momen inilah, Nerazzurri mulai kesulitan. Skuat asuhan Favre meningkatkan intensitas serangan melalui trio Hazard, Sancho dan Brandt yang mengancam untuk menyamakan kedudukan. Upaya mereka bertiga berhasil pada menit ke-64. Satu gol mengejutkan tercipta yang bermula dari lemparan ke dalam area pertahanan kita: Brandt lepas dari kawalan dan menusuk ke dalam kotak penalti untuk melepaskan tendangan yang membawa kedudukan menjadi 2-2. Meskipun pergantian pemain dilakukan Conte, Nerazzurri tidak mampu bereaksi banyak, terutama saat Politano menderita cedera tak lama setelah tampil sebagai pemain pengganti. Hadangan ceroboh dari Schulz mengakibatkan pemain bernomor punggung 16 kami ditarik keluar dan kami harus bermain dengan sepuluh orang. Dortmund tidak ragu untuk memaksimalkan keuntungan ini, dan untuk kedua kalinya, Hakimi mencetak gol pada menit ke-77. Pemain asal Maroko ini menampilkan permainan one-two di tepi kotak penalti, berhasil masuk ke dalam kotak penalti dengan bebas serta mampu melepaskan tendangannya melewati hadangan Handanovic untuk memastikan gol kemenangan. Gol ini merupakan gol keempatnya di ajang Champions League, sebuah rekor bagi seorang pemain bertahan. Inter tak mampu bangkit dan hanya mampu menciptakan satu peluang emas melalui Sensi pada menit ke-90.

Meskipun babak pertama berjalan sempurna, kekecewaan pada babak kedua sulit dilupakan. Kini, klasemen Grup F menjadi seperti berikut: Barcelona 8, Borussia Dortmund 7, Inter 4 dan Slavia Praha 2. Satu malam penuh dengan penyesalan yang harus kita sikapi sesegera mungkin. Pada hari Sabtu, Nerazzurri akan kembali tampil di atas lapangan San Siro untuk melawan Hellas Verona. Kami akan memerlukan dukungan kalian untuk membantu kami kembali bangkit. #ForzaInter selamanya!

BORUSSIA DORTMUND 3-2 INTER

BORUSSIA DORTMUND (4-2-3-1): 1 Bürki; 5 Hakimi, 16 Akanji, 15 Hummels, 14 Schulz; 28 Witsel, 33 Weigl; 7 Sancho (26 Piszczek 82'), 19 Brandt, 23 Hazard (13 Guerreiro 88'); 10 Götze (9 Alcacer 64').
Pemain Pengganti: 40 Oelschlagel, 2 Zagadou, 6 Delaney, 8 Dahoud.
Pelatih: Lucien Favre.

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva, 8 Vecino (12 Sensi 68'), 77 Brozovic, 23 Barella, 34 Biraghi (19 Lazaro 66'); 10 Lautaro Martinez, 9 Lukaku (16 Politano 73').
Pemain Pengganti: 27 Padelli, 20 Borja Valero, 30 Esposito, 95 Bastoni.
Pelatih: Antonio Conte.

Pencetak Gol: 5' Lautaro (I), 40' Vecino (I), 51' Hakimi (B), 64' Brandt (B), 77' Hakimi (B)
Kartu Kuning: Biraghi (I), Skriniar (I), Candreva (I), Hazard (B)
Tambahan Waktu: 1' - 4'

Wasit: Danny Makkelie
Asisten Wasit: Mario Diks, Hessel Steegstra.
Ofisial Keempat: Kevin Blom.
VAR dan Asisten VAR: Jochem Kamphuis, Bas Nijhuis.


中文版  Versione Italiana  Versión Española  日本語版  English Version 

Load More