GOL VECINO DAN BARELLA LENGKAPI KEMENANGAN COMEBACK 2-1 ATAS VERONA

Nerazzurri tertinggal terlebih dahulu melalui tendangan penalti Verre di San Siro namun berhasil membalikkan keadaan yang berbuah tiga poin

MILAN - San Siro bergemuruh pada saat yang tepat. Gol melengkung Nicolò Barella melesat ke pojok atas gawang tim lawan dan membuat 66.000 penonton meluapkan emosi mereka pada momen yang membuat kita menyegel tiga poin, itu merupakan sebuah perjuangan yang sulit, namun kita layak unggul 2-1 atas Hellas Verona setelah Nerazzurri tertinggal terlebih dahulu melalui gol tendangan penalti Verre di babak pertama. Tuan rumah merespons dengan menunjukkan karakter dan hati untuk terus memberi perlawanan. Gawang Verona dihadapkan dengan 38 tendangan, tetapi tim asuhan Conte akhirnya memastikan kemenangan yang membuat mereka mencatat 31 poin dari 12 pertandingan Serie A TIM sejauh ini.

Verona bermain menggunakan formasi 3-4-3, dengan Verre memainkan peranan penting dalam mengarahkan serangan tim lawan. Lini depan lawan terdiri dari Salcedo, Lazovic dan Faraoni. Inter memberi ancaman lewat duo sayap Biraghi dan Lazaro yang gemar membantu serangan Nerazzurri. Melalui pola serangan balik, Verona berhasil unggul terlebih dahulu. Lazovic berhasil memanfaatkan ruang kosong dan Zaccagni dijatuhkan oleh Handanovic di dalam kotak terlarang. Verre maju sebagai eksekutor dan mencetak gol Serie A perdananya yang sekaligus membuat tim tamu unggul 0-1.

Gol Hellas tersebut justru mengobarkan semangat Inter dan tim asuhan Conte melepaskan 26 tembakan selama babak pertama, 17 di antaranya tepat sasaran, sebuah rekor pada musim ini di lima liga top di Eropa. Tekanan yang diberikan Inter tetap tidak berkurang. De Vrij mulai berperan sebagai playmaker ketika Verona bermain lebih mundur. Pada menit 25, Lukaku memiliki dua peluang emas, di mana Silvestri menyelamatkan yang pertama sebelum peluang keduanya hanya melebar tipis dari gawangnya. Brozovic mulai lebih sering melepaskan tembakan dan salah satunya membentur mistar di menit 27. Pada sepuluh menit terakhir, peluang demi peluang berdatangan lewat tembakan De Vrij dari luar kotak penalti dan tendangan bebas Biraghi, tetapi Vecino yang hampir menyamakan kedudukan saat Silvestri menyelamatkan bola tepat di atas garis gawang.

Semua aksi terjadi di salah satu sisi lapangan ketika Inter terus membombardir kotak penalti lawan. Jika saja Inter yang meraih keunggulan 1-0 di babak pertama, maka 45 menit kedua akan menjadi sebuah parade bagi Inter. Sebuah usaha penyerangan yang luar biasa dari Nerazzurri, disemangati oleh penonton yang fantastis. Peluang terus bermunculan dan mereka tidak saja melibatkan para penyerang dan gelandang, namun para pemain bertahan juga terlibat. Skriniar dan Bastoni khususnya, mereka bermain cukup tinggi di area lawan untuk mencari gol krusial. Tim asuhan Juric bertahan secara apik dan diperlukan usaha keras untuk menaklukkan pertahanan mereka. Umpan silang, bola muntah, defleksi dan rasa kecewa. Inter memiliki beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan melalui Lukaku, Brozovic dan Skriniar.

Lini pertahanan Gialloblù akhirnya runtuh di menit 65: permainan Bastoni di sisi kiri berhasil membuat Lazaro lepas dari kawalan. Pemain asal Austria ini lalu mengirim umpan silang ke kotak penalti dan Vecino bereaksi dengan sempurna, sundulannya berhasil melewati Silvestri. San Siro pun bergemuruh. Candreva pun masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memaksa Silvestri lakukan penyelamatan. Bastoni terus menjadi ancaman namun Lukaku gagal meneruskan bola hasil tembakannya dari tepi kotak penalti. Peluang demi peluang diciptakan Inter. Lukaku membuang peluang emas pada menit ke-80 ketika ia sudah berhadapan satu-lawan-satu dengan Silvestri, namun untungnya Barella sukses mencetak gol kemenangan.

Sang gelandang melepaskan tembakan kencang ke pojok kanan atas gawang lawan untuk menaklukkan Silvestri dan membuat Inter menang: ini adalah gol perdananya bagi Inter di Serie A. Selebrasinya menunjukkan sebuah kegembiraan yang tak terkendali. Setelahnya, Inter terus bertahan dengan sekuat tenaga saat Hellas mencoba menyamakan kedudukan. Seperti laga kontra Brescia dan Bologna, pertandingan berakhir 2-1 untuk keunggulan Inter. Jeda internasional akan berlangsung setelah ini, dan setelahnya Nerazzurri akan kembali beraksi!

INTER 2-1 HELLAS VERONA

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 37 Skriniar, 6 de Vrij, 95 Bastoni; 19 Lazaro (33 D'Ambrosio 85'), 8 Vecino, 77 Brozovic, 23 Barella, 34 Biraghi (87 Candreva 63'); 10 Lautaro (30 Esposito 81'), 9 Lukaku.

Pemain Pengganti: 27 Padelli, 46 Berni, 2 Godin, 12 Sensi, 13 Ranocchia, 20 Borja Valero, 21 Dimarco, 39 Vergani, 40 Fonseca.

Pelatih: Antonio Conte.

 

HELLAS VERONA (3-4-2-1): 1 Silvestri; 13 Rrahmani, 21 Gunter, 33 Empereur; 5 Faraoni, 34 Amrabat, 32 Pessina, 88 Lazovic; 20 Zaccagni (66 Tutino 5'), 14 Verre (8 Henderson 63'); 29 Salcedo (9 Stepinski 84').

Pemain Pengganti: 22 Berardi, 96 Radunovic, 11 Pazzini, 15 Bocchetti, 18 Lucas Felippe, 25 Danzi, 27 Dawidowicz, 30 Wesley, 98 Adjapong.

Pelatih: Ivan Juric.

 

Pencetak Gol: 19' pen. Verre (V), 65' Vecino (I), 83' Barella (I)

Kartu Kuning: Brozovic (I), Zaccagni (V), Lautaro (I), Barella (I)

Tambahan Waktu: 1' - 5'

 

Wasit: Valeri.

Asisten Wasit: Bottegoni, Rocca.

Ofisial Keempat: Di Martino.

VAR: Giacomelli.

Asisten VAR: Vivenzi.


Versión Española  English Version  中文版  日本語版  Versione Italiana 

Load More