UCL, Lautaro dan Lukaku bersinar dalam kemenangan 3-1 Inter atas Slavia di Praha

UCL, LAUTARO DAN LUKAKU BERSINAR DALAM KEMENANGAN 3-1 INTER ATAS SLAVIA DI PRAHA

Nerazzurri pulang dengan kemenangan di Eden Arena dan sekaligus menduduki urutan kedua di Grup F UEFA Champions League

PRAHA - Berlari ke arah gawang dengan mantap dan tanpa ada pemain lawan yang mengganggunya sebelum menjebloskan bola ke gawang lawan yang terbuka bebas. Sebuah momen kunci yang tanpanya, Inter sepertinya akan mustahil pulang ke rumah dengan poin sempurna. Nerazzurri harus menang dan berhasil melakukannya lewat performa luar biasa duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Pertandingan tersebut berjalan dramatis seperti saat VAR menganulir gol Lukaku dan mengubah kedudukan 0-2 menjadi 1-1, sebelum semua pemain, staf pelatih dan penggemar merayakan bunyi peluit akhir oleh sang wasit. Berkat kemenangan 1-3 atas Slavia Praha, tiket lolos ke babak 16 besar akan ditentukan di laga terakhir penyisihan grup.

Tempo di awal pertandingan berjalan cukup lambat ketika skuat asuhan Conte coba membangun serangan dari belakang sambil juga memberikan tekanan ke skuat didikan Trpišovský. Slavia tetap mengandalkan permainan menekan tinggi, dengan memasang tiga atau empat pemain yang memburu bola di sekitar kotak penalti Inter. Usaha tersebut hampir terbayarkan dan Husbauer bahkan memiliki peluang emas lewat sundulannya. Nerazzurri merespons lewat upaya Lautaro yang diberi umpan oleh Borja, namun tendangannya masih menyamping tipis dari gawang lawan. Lukaku dan Martinez terus menebar ancaman untuk lini pertahanan Slavia dan upaya mereka terbayarkan di menit 19. Lukaku memperlihatkan kemampuan dan kekuatan yang baik sekali saat memberi tusukan dari sayap kanan, sebelum melepaskan umpan akurat kepada Lautaro yang dimaksimalkannya dengan sebuah tendangan first-time. Gol itu juga menjadi gol yang bersejarah baginya, gol tersebut adalah gol kesembilan dari sepuluh gol yang dicetaknya dalam 30 menit pertama sebuah laga. Di samping itu, gol tersebut membuatnya berhasil mencetak gol dalam empat laga secara berturut-turut di Champions League seperti halnya Crespo (2002), Vieri (2003) dan Eto’o (2010).

Unggulnya Nerazzurri tidak mengubah cara bermain agresif Slavia Praha. Nerazzurri tetap bermain kompak dan tidak menerima terlalu banyak ancaman terhadap gawang mereka. Pada menit 35, Lukaku mencetak gol setelah diberi umpan oleh Lautaro Martinez. Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR karena melalui sebuah pemeriksaan ulang oleh wasit Marciniak, ia menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan De Vrij terhadap Olayinka sebelumnya. Soucek maju sebagai eksekutor dan membuat kedudukan berubah menjadi 1-1 setelah menaklukkan Handanovic, yang sempat menyentuh bola dengan kakinya. Meskipun merasa terpukul, Inter tetap tidak menyerah

Babak kedua menjadi babak yang penuh pertarungan karena kedua tim memerlukan kemenangan dan tak mau meninggalkan identitas permainan masing-masing. Brozovic mulai mencuri perhatian ketika ia bermain lebih ke depan setelah mengetahui bahwa Borja Valero, yang juga banyak terlibat dalam permainan malam ini, tampil lebih bertahan. Walaupun Nerazzurri mendominasi, Slavia hampir saja membobol gawang Inter setelah tembakan Masopust terdefleksi, namun Handanovic berhasil menepis bola ke atas gawang. Permainan Inter terus membaik dan mereka menampilkan beberapa serangan yang fantastis, yang berujung pada dua peluang yang membentur mistar gawang dalam selang waktu 3 menit. Pertama, sundulan Lukaku menyambut umpan silang Candreva masih terhalau mistar gawang sebelum Brozovic melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang juga membentur mistar. Inter hampir dipaksa untuk membayar kesalahan tersebut ketika Masopust berhadapan satu-lawan-satu dengan Handanovic, namun sang penjaga gawang memenangkan pertempuran tersebut untuk menyelamatkan Nerazzurri.

Inter keluar menyerang pada 15 menit terakhir untuk meraih kemenangan. Lautaro memiliki dua kesempatan, satu dengan kaki kiri dan satu dengan kaki kanan, yang hanya menyentuh tiang ketika Slavia dipaksa untuk bermain di area pertahanan sendiri. Conte pun mengeluarkan senjata lain: Lazaro dan Esposito masuk ke lapangan ketika Nerazzurri melancarkan serangan pamungkas mereka. Dan pasukan Conte pun bisa berselebrasi. Gol kedua Inter datang berkat umpan Lazaro dan kesalahan Frydrych: Lukaku, yang hanya tinggal berhadapan dengan Kolar, melewati sang kiper dan menendang bola ke gawang yang sudah kosong untuk membawa Nerazzurri kembali unggul. Namun, laga belum selesai. Tuan rumah mencoba untuk langsung merespons, Soucek gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang dan para pemain Inter pun bisa bernapas lega. Nerazzurri akhirnya mengunci kemenangan di menit 88 lewat sebuah gol indah yang menunjukkan betapa luar biasanya performa dari duet Lukaku dan Lautaro. Pemain asal Belgia mengirim bola ke kotak penalti menggunakan kaki bagian luar dan tandemnya asal Argentina langsung menyambut bola dengan tembakan voli. Kemenangan pun berhasil disegel. Di akhir laga, Lukaku sempat menyarangkan gol tambahan pada menit 93 namun wasit menganulirnya setelah melakukan pemeriksaan VAR karena offside: Inter tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 1-3.

Sebuah kemenangan yang menunjukkan hati, karakter, keinginan dan kemampuan teknis yang hebat. Inter pun memberikan kesempatan bagi diri mereka sendiri untuk lolos ke babak 16 besar Champions League: Nerazzurri berada di posisi kedua dengan tujuh poin, sama dengan Borussia Dortmund yang kalah 3-1 di Barcelona. Sekarang, anak asuh Conte harus mampu menyamai hasil tim asal Jerman tersebut pada matchday terakhir Grup F. Sebuah laga krusial telah menanti di San Siro pada 10 Desember, dan para pemain berhak mendapatkan dukungan dari semua orang. Forza Inter selamanya!

SLAVIA PRAHA 1-3 NTER

SLAVIA PRAHA (4-2-3-1): 1 Kolar; 5 Coufal, 25 Frydrych (24 Takacs 83'), 15 Kudela, 18 Boril; 22 Soucek; 10 Husbauer (12 Zeleny 70'); 9 Olayinka, 7 Stanciu (27 Traore 58'), 23 Sevcik; 28 Masopust.
Pemain Pengganti: 30 Markovic, 14 Van Buren, 21 Skoda, 29 Helal.
Pelatih: Jindřich Trpišovský.

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva, 8 Vecino (30 Esposito 80'), 20 Borja Valero (5 Gagliardini 76'), 77 Brozovic, 34 Biraghi (20 Lazaro 76'); 10 Lautaro Martinez, 9 Lukaku.
Pemain Pengganti: 27 Padelli, 16 Politano, 33 D’Ambrosio, 95 Bastoni.
Pelatih: Antonio Conte.

Pencetak Gol: 20' Lautaro (I), 37' Soucek (S) pen., 81' Lukaku (I), 88' Lautaro (I)
Kartu Kuning: Vecino (I), Lautaro (I), Kudela (S)
Catatan: Conte (I) diberi kartu kuning
Waktu Tambahan: 2' - 3'

Wasit: Szymon Marciniak
Asisten Wasit: Paweł Sokolnicki, Tomasz Listkiewicz
Ofisial Keempat: Tomasz Musiał
VAR dan Asisten VAR: Pawel Gil, Marcin Borkowski.


Versione Italiana  English Version  日本語版  Versión Española  中文版 

Load More