STATISTIK DAN TRIVIA MENJELANG INTER VS. SPAL

Berkolaborasi dengan Opta, berikut semua statistik relevan terkait laga yang akan digelar hari Minggu pukul 21:00 WIB di San Siro

MILAN - Bahkan ketika emosi laga masih terasa dari malam di Praha, sudah waktunya untuk kembali memikirkan liga. Inter akan kembali beraksi pada hari Minggu pukul 21:00 WIB di San Siro pada matchday 14 Serie A TIM. Lawan mereka adalah SPAL yang dilatih oleh Semplici. Berkolaborasi dengan Opta, berikut semua statistik, pertemuan sebelumnya dan trivia menjelang pertemuan mereka.

PERTEMUAN SEBELUMNYA

Inter dan SPAL telah bertemu 36 kali di liga: Nerazzurri memenangkan 25 laga, Spallini unggul empat kali dan terjadi tujuh hasil imbang. Inter belum pernah kalah dalam 14 pertandingan kontra SPAL di Serie A, meraih sebelas kemenangan dan tiga kali seri. Anda harus kembali ke bulan Desember 1962 untuk menemukan laga terakhir di mana SPAL berhasil mencetak lebih dari satu gol ke gawang Nerazzurri pada ajang Serie A (3-2 untuk Inter): sejak saat itu mereka hanya mencetak enam gol dari 13 pertandingan.

Inter tak terkalahkan dalam 18 partai kandang terakhir melawan SPAL di Serie A, dengan raihan 16 kemenangan dan dua kali imbang. Nerazzurri memenangkan lima laga kandang terakhir mereka kontra SPAL, mencetak setidaknya dua gol per pertandingan dan menorehkan clean sheet dalam tiga kemenangan terakhir.

PERFORMA TIM

Inter telah memenangkan sebelas dari 13 pertandingan liga musim ini. Nerazzurri belum pernah memenangkan dua belas laga dari 14 pertandingan pertama mereka di Serie A.

Tim asuhan Antonio Conte berhasil mencetak gol dalam semua pertandingan liga sejauh musim ini berlangsung: Inter saat ini sukses mencetak gol dalam 16 laga Serie A secara beruntun (termasuk tiga pertandingan terakhir musim lalu). Ini adalah torehan mencetak gol terpanjang dari semua tim yang ada di liga kasta tertinggi Italia musim ini. Inter dapat menjadi tim kelima yang berhasil mencetak gol dalam 14 pertandingan Serie A pertama mereka dalam semusim, setelah Juventus, Milan, Fiorentina dan Roma.

Inter mencetak setidaknya dua gol dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi: mereka belum pernah mencetak gol dalam lebih dari sepuluh laga secara beruntun sejak Januari 2007 ketika dilatih oleh Roberto Mancini.

SPAL menjadi tim non-promosi pertama yang hanya meraih satu poin dari enam pertandingan tandang mereka di Serie A sejak Palermo pada musim 2011/12. Tim asal Ferrara ini meraih hasil imbang pada dua pertandingan liga terakhir: mereka belum pernah meraih hasil imbang tiga kali secara beruntun di liga sejak Desember 2018. SPAL belum pernah mencetak gol dalam enam laga tandang secara beruntun: hanya satu kali dalam sejarah tim tersebut, mereka memiliki catatan nihil gol yang lebih buruk (sembilan laga di tahun 1963).

STATISTIK UMUM

Tidak ada tim di lima liga top Eropa yang mencetak gol lebih sedikit dari SPAL sejauh musim ini (delapan gol)​​​​​​​; selain itu, SPAL bersama Leganes memiliki catatan paling sedikit dalam hal pencetak gol sejauh musim ini (tiga).

Laga ini akan mempertemukan tim dengan pencetak gol paling sedikit di liga (SPAL dengan tiga pencetak gol) dan tim dengan pencetak gol terbanyak (Inter dengan sebelas).

SPAL merupakan satu-satunya tim di liga yang belum pernah mencetak gol sundulan; sementara Inter telah mencetak lima gol melalui sundulan, lebih banyak daripada tim mana pun.

Tidak ada tim di lima liga top Eropa yang telah mencetak gol dari situasi bola mati lebih banyak dari Inter (sebelas, sama dengan Roma).

Hanya Lazio yang memiliki persentase lebih baik dalam hal tendangan tepat sasaran dari Inter (52.6%); di sisi lain, AC Milan merupakan satu-satunya tim dengan persentase lebih buruk daripada SPAL (38.5%).

FOKUS PEMAIN

Penyerang Inter, Romelu Lukaku telah mencetak sepuluh gol di liga sejauh musim ini, lebih banyak daripada raihan tiga tim di Serie A, termasuk SPAL dengan delapan gol.

Sejak statistik yang dihimpun Opta dimulai (pada 2004/05), tidak ada pemain Inter yang telah mengeksekusi lebih dari dua tendangan penalti di Serie A yang memiliki tingkat konversi 100% kecuali Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez (masing-masing tiga gol dari tiga kesempatan).

Lautaro Martinez ialah pencetak gol terbanyak di liga dalam 30 menit pertama pertandingan dengan lima gol, sementara ​​​​​​ Romelu Lukaku ialah pemain paling produktif di liga pada paruh kedua pertandingan (delapan gol).

Romelu Lukaku telah menyumbangkan poin terbanyak bagi timnya sejauh musim ini berkat gol-golnya (sebelas poin), sementara​​​​​​​​​​​​​​ Stefan de Vrij telah meraup poin terbanyak melalui asis (enam poin dengan tiga asis yang menjadi gol penentu kemenangan).

Tiga pemain telah mencetak sepuluh gol dalam 15 penampilan pertama mereka di Serie A sejak tahun 2000: Domenico Berardi di 2013/14 dan Diego Milito di 2008/09. ​​​​​​Lukaku mengemas sepuluh gol dalam 13 penampilan pertamanya.

Matteo Politano mencetak gol melawan SPAL di San Siro pada ajang liga musim lalu. Empat dari lima golnya untuk Inter tercipta di San Siro.

Marcelo Brozovic (957) dan Milan Skriniar (849) merupakan dua pemain yang telah melepaskan operan akurat terbanyak di Serie A musim ini.

Andrea Petagna mencetak 50% dari gol SPAL di liga (4/8). Dia mengakhiri musim lalu dengan mencetak 36% dari gol Ferrarese di liga (16/44).

Alberto Paloschi dari SPAL telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan terakhirnya di liga melawan Inter, gol terakhirnya ke gawang Inter merupakan gol terakhirnya di liga (dicetak pada Oktober 2018 di San Siro).

Sergio Floccari telah mencetak dua gol melawan Inter di Serie A (dua kali bersama Atalanta), namun gol terakhirnya ke gawang Inter tercipta pada Januari 2009; sejak saat itu, ia telah memainkan sepuluh pertandingan tanpa pernah membobol gawang Nerazzurri.

Felipe bermain untuk Inter empat kali selama musim 2014/15.


中文版  Versione Italiana  Versión Española  日本語版  English Version 

Load More