Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu

MALAM TAK TERLUPAKAN BAGI ESPOSITO: GOL PERDANANYA DAN SEBUAH PELUKAN DARI SANG IBU

“Terima kasih kepada semuanya, saya tak bisa tidur terlalu nyenyak, saya tak bisa memimpikan hal yang lebih baik dari ini”

MILAN - Ada malam-malam yang tak akan bisa Anda lupakan, yang selalu berada dalam kenangan dan juga hati Anda. Itu adalah malam-malam saat mimpi masa kecil Anda menjadi nyata, ketika Anda mengingat bagaimana Anda selalu berkhayal dan mengatakan: suatu hari nanti, saya akan mengenakan seragam Inter di San Siro dan mencetak gol. Itulah yang dirasakan Sebastiano Esposito malam ini. Sebuah langkah kecil pertama dalam karier yang baru dimulai, namun juga menjadi malam istimewa bagi dirinya dan juga fans Inter di seluruh dunia. 

Sebastiano, berusia 17 tahun dan 172 hari. Lahir di Castellammare di Stabia pada 2 Juli 2002. Telah bersama Nerazzurri selama lima tahun, hari ini merupakan start pertamanya bersama Tim Utama. Ketika Agudelo menjatuhkan Gagliardini di dalam kotak penalti, saat wasit memberikan tendangan penalti, Esposito menoleh kepada Lukaku, ia menutup kedua tangannya dan tatapannya seolah berkata: “Tolong, bolehkah saya mengambilnya?” Lukaku memberikan bola kepadanya bersama kepercayaan serta persetujuannya, dan Sebastiano tidak mengecewakannya.

Esposito menendang bola dengan keras melewati Radu, seorang pemain muda lainnya yang membuat debut di Serie A bersama Nerazzurri, menjadi pencetak gol termuda kedua dalam sejarah Inter di Serie A: di depannya hanya ada Mario Corso (17 tahun dan 97 hari), dan di belakangnya terdapat nama-nama seperti Mario Balotelli, Aldo Campatelli dan Roberto Cesati.

Setelah pertandingan, Esposito berlari ke arah seseorang yang merupakan segalanya baginya, ibunya yang bernama Flavia, memberikannya sebuah pelukan erat. Tidak perlu ada kata-kata di antara keduanya setelah malam ini. Sang penyerang Nerazzurri telah mengatakan segalanya kepada Inter TV dan Sky Sport: “Sebuah pekan yang fantastis, saya tak bisa berbohong, saya tak bisa tidur terlalu nyenyak karena memikirkan bagaimana laga ini akan berjalan. Saya ingin berterima kasih kepada tim, pelatih, Klub dan juga Romelu, terutama untuk gol tersebut. Ia seseorang yang fantastis dan pemain yang luar biasa. Ia memberi tahu saya untuk yakin kepada diri sendiri ketika saya akan menendang bola dan mencetak gol.”

“Mereka semua merupakan sosok yang hebat dan juga profesional. Saya langsung merasa cocok dengan Romelu, dia adalah orang yang fantastis yang selalu mencoba untuk membantu saya, dia membuat saya semakin yakin dengan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan saya sangat senang bisa mencetak gol. Saya senang dengan kemenangan dan kepercayaan yang ditunjukkan pelatih kepada saya, sekarang fase yang sulit akan datang dan kita semua harus bekerja keras. Semua pengorbanan yang saya berikan membuahkan hasil dan saya berharap bisa terus melangkah di jalan ini, karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami bekerja sepanjang pekan ini agar dapat bertanding dalam kondisi terbaik dan untuk memenangkan semua pertandingan, itulah mental juara dari sang pelatih dan kami harus mendengarkannya. Harapannya adalah untuk selalu bekerja dengan cara terbaik dan mengumpulkan poin sehingga tim bisa melangkah sejauh mungkin.”

1/19
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu
Malam tak terlupakan bagi Esposito: gol perdananya dan sebuah pelukan dari sang Ibu


English Version  Versione Italiana  中文版  Versión Española  日本語版 

Tag: esposito
Load More