Menuju laga Inter vs. Cagliari: fakta, angka dan hasil sebelumnya

MENUJU LAGA INTER VS. CAGLIARI: FAKTA, ANGKA DAN HASIL SEBELUMNYA

Seluruh angka menjelang pertandingan yang akan dilaksanakan pada hari Minggu di San Siro pukul 18:30 WIB

MILAN - Pertemuan Inter vs. Cagliari pada hari Minggu pukul 18:30 WIB akan menjadi pertemuan ke-80 antara keduanya di Serie A, dengan Nerazzurri akan menjamu tim asuhan Rolando Maran di San Siro dalam pertemuan kedua di musim ini (tiket pertandingan dapat dibeli di sini). Berikut adalah semua angka dan statistik menjelang pertandingan tersebut yang dikumpulkan berkat kerja sama dengan Opta.

Hasil dari pertemuan-pertemuan sebelumnya lebih berpihak pada Nerazzurri yang menorehkan 38 kemenangan dibandingkan tim asal Sardinia dengan 14 kemenangan dan 27 hasil imbang. Hasil imbang terakhir antara keduanya di Serie A terjadi pada bulan Februari 2014, semenjak itu Nerazzurri meraih enam kemenangan dan tiga bagi Cagliari.

Inter hanya sekali gagal membobol gawang Cagliari dalam 35 pertemuan terakhir di Serie A (kekalahan 2-0 di kandang, April 2013), membukukan rata-rata dua gol per pertandingan selama itu. Hasil akhir yang paling sering terjadi antara Inter dan Cagliari di Serie A adalah 1-1, masing-masing hanya mencetak satu gol dalam 13 kesempatan, yang terakhir terjadi pada bulan Februari 2014 di San Siro.

 

HASIL PERTEMUAN SEBELUMNYA DI SAN SIRO

Inter berhasil mengamankan clean-sheet dalam dua pertandingan liga terakhir melawan Cagliari di San Siro, dengan sukses menggetarkan jala Cagliari di Serie A dalam 21 laga kandang terakhir. Terakhir kali tim Sardinia mengamankan clean-sheet atas Nerazzurri di San Siro pada ajang Serie A, terjadi pada bulan Maret 1992 (0-0).

 

KICK-OFF PADA MINGGU SIANG 

Terakhir kali Inter memenangkan pertemuan pada Minggu siang melawan Cagliari di Serie A terjadi pada bulan Oktober 2010: Hasil 1-0 didapatkan di Sant’Elia dengan Rafael Benítez sebagai pelatih saat itu, gol tunggal Samuel Eto'o menjadi penentu kemenangan.

Cagliari berhasil memenangkan dua pertandingan liga terakhir mereka yang dimainkan pada pukul 18:30, keduanya terjadi di musim ini: tim Sardinia belum pernah memenangkan tiga pertandingan pada Minggu siang hari secara berturut-turut, sejak Oktober 2012 (empat kali pada saat itu).

 

PERFORMA SAAT INI

Inter sekarang tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan di Serie A secara berturut-turut (8M, 5S), hanya Lazio (14) yang memiliki rekor lebih baik di Serie A musim ini. Ini juga merupakan rekor bagi Nerazzurri dalam kompetisi tersebut sejak Desember 2017 (18 pertandingan).

Cagliari mencetak 35 gol dalam 20 pertandingan pertama mereka di Serie A: sebuah rekor untuk klub Sardinia pada jumlah pertandingan tersebut.

Dari awal musim hingga akhir November, Cagliari telah mencatat rerata 11.0 tembakan per laga dan menerima 16.2 tembakan per laga. Sejak itu, performa skuat asuhan Maran terus meningkat dengan melepaskan rerata 14.0 dan hanya menerima 14.6 tembakan per laga Serie A.

Cagliari gagal memenangkan 13 pertandingan Serie A terakhir menghadapi dua tim peringkat teratas pada gameweek tersebut, kebobolan rerata 2,5 gol per pertandingan.

 

STATISTIK UMUM

Inter paling sering mencetak gol dalam tiga puluh menit pertama laga dibandingkan tim lain di Serie A musim ini (15). Sementara itu, Cagliari hanya kebobolan empat gol pada periode tersebut, angka terendah bagi suatu tim di Serie A.

Inter dan Cagliari adalah dua tim di Serie A yang mencetak gol sundulan terbanyak sejauh ini (masing-masing delapan), kedua tim sama-sama mencetak gol sundulan pada pertandingan liga terakhir.

Inter (14) dan Cagliari (12, bersama empat tim lainnya) menjadi dua tim dengan jumlah pencetak gol terbanyak di liga musim ini.

Inter memiliki akurasi tembakan terbaik di Serie A 2019/20 dengan 54.8%, hanya SPAL (35.5%) yang memiliki persentase lebih rendah dibandingkan Cagliari (39.4%) pada musim ini. Namun, Cagliari (14.5%) dan Inter (12.4%) menjadi dua dari empat tim terbaik Serie A dalam hal rasio tembakan dan gol, bersama dengan Lazio (14.8%) dan Atalanta (12.5%).

Inter menorehkan gol pada babak pertama paling banyak dibandingkan tim lain di liga tahun ini (23), sementara itu hanya Atalanta (28) dan Lazio (25) yang mencatatkan lebih banyak gol dari Cagliari (22) pada babak kedua.

Inter (kebobolan enam gol) dan Cagliari (delapan, bersama Juventus dan AC Milan) adalah dua tim yang kebobolan gol paling sedikit di babak pertama pada Serie A musim ini.

Cagliari mencetak gol melalui umpan silang paling banyak di liga musim ini (sembilan); hanya SPAL (17) yang menorehkan gol lebih banyak melalui skema umpan silang dari tim asal Sardinia (16) pada liga musim 2018/19.

 

FOKUS PEMAIN

Cagliari  menjadi tim terfavorit yang dihadapi Lautaro Martínez di Serie A (tiga gol dalam tiga laga), gol perdananya bagi Inter juga dicetak ke gawang tim tersebut pada bulan September 2018 di San Siro.

Hanya Cristiano Ronaldo (98) yang melepaskan tembakan lebih banyak dari Lautaro Martínez (80) di Serie A musim ini: penyerang kita asal Argentina memiliki rerata 4.2 sejauh ini, ia menyelesaikan Serie A musim 2018/19 dengan rerata 2.4 percobaan per laga.

Inter dan Atalanta menjadi dua tim di liga yang memiliki setidaknya dua pemain yang sudah mencetak dua digit gol (Romelu Lukaku 14 dan Lautaro 10).

Romelu Lukaku menjadi salah satu dari tiga penyerang di liga yang tak pernah absen dalam 20 laga pertama musim ini, bersama dengan Andrea Petagna dan Edin Dzeko.

Cagliari bisa menjadi tim pertama yang dibobol Romelu Lukaku dalam dua laga Serie A, pada penampilan ke-21 di kompetisi ini: tim Premier League pertama yang ia bobol dalam dua laga adalah Reading.

Penampilan selanjutnya Alexis Sánchez akan menjadi penampilan ke-100 dirinya di Serie A, penyerang sayap asal Cile ini telah menorehkan tiga gol dari enam pertemuan menghadapi Cagliari di Serie A: hanya ketika melawan Palermo (empat) ia mencetak lebih banyak gol pada ajang ini.

Sebelum berlabuh di Inter musim ini, Nicolò Barella memainkan 100 laga Serie A bersama Cagliari, mencetak tujuh gol.

Matías Vecino tampil sembilan kali di Serie A untuk Cagliari, menorehkan dua gol termasuk gol perdananya pada kompetisi ini ketika menghadapi Udinese di Sant’Elia pada bulan Maret 2014.

Sejak kedatangannya di Inter pada musim 2012/13, hanya Andrea Consigli yang menghadapi (42) dan menggagalkan (13) lebih banyak penalti dari Samir Handanovic di Serie A (sepuluh penyelamatan dari 40 penalti).

Setelah gagal dalam dua penalti pertamanya di Serie A, João Pedro sukses mengeksekusi tujuh tendangan penalti berikutnya di kompetisi ini.

João Pedro telah menorehkan 13 gol di Serie A sejauh ini, jumlah yang melampaui raihan pemain asal Brasil ini dalam dua musim terakhir - tiga di antaranya melalui sundulan, terbanyak di antara seluruh pemain Serie A musim ini.

Inter menjadi tim yang paling sering dibobol Radja Nainggolan (lima): gelandang Cagliari ini tampil 29 kali bagi Nerazzurri musim ini, berkontribusi dalam sembilan gol (enam gol, tiga asis).

 

PELATIH

Sejak pertemuan pertamanya sebagai pelatih Atalanta di bulan November 2009, pasukan yang dilatih Antonio Conte tak pernah mengalami kekalahan saat menghadapi Cagliari di Serie A (5M, 2S).

Rolando Maran telah mengalami sebelas kekalahan dari 15 pertemuan sebelumnya di Serie A saat menghadapi Inter (2M, 2S), dengan pelatih Cagliari saat ini hanya kalah lebih sering saat melawan Juventus di ajang tersebut (12).


Versione Italiana  English Version  Versión Española  日本語版  中文版 

Tag: serie a
Load More