Lukaku on Tiki Taka: "Playing for Inter was always my dream"

LUKAKU: "BERMAIN UNTUK INTER SELALU MENJADI IMPIAN SAYA"

Sang penyerang Nerazzurri tampil di acara televisi 'Tiki Taka - Il calcio è il nostro gioco'

MILAN – Romelu Lukaku baru-baru ini mengikuti wawancara panjang dalam acara televisi 'Tiki Taka – Il calcio è il nostro gioco' yang ditayangkan di Italia 1, pemain no. 9 Inter ini berbincang dengan Pierluigi Pardo dan Christian Vieri, eks penyerang Nerazzurri.

Lukaku membicarakan nama panggilannya, hubungannya dengan Antonio Conte serta bagaimana ia beradaptasi di Serie A: “Mereka memanggil saya 'raksasa lembut' dan saya menyukainya, saya mencoba untuk menghormati dan berperilaku sopan kepada semua orang.”

“Pertemuan pertama saya dengan Conte terjadi di Brussels, ketika Belgia menghadapi Italia dalam laga persahabatan. Saya melihat ia menurunkan dua penyerang, Eder dan Pellè, dan mereka memiliki banyak peluang. Saya sadar bahwa saya akan memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol melalui gaya permainan tersebut dan hal itu akan meningkatkan permainan saya. Saya berbicara dengannya usai pertandingan dan mengatakan bahwa saya ingin bergabung dengannya di masa depan.”

“Serie A merupakan liga yang berbeda dibandingkan liga-liga tempat saya bermain sebelumnya, para pemain bertahan di sini merupakan yang terbaik di Eropa. Sesi latihan juga berbeda di sini, dengan fokus utama pada latihan fisik. Dua bulan pertama terasa berat, namun saya selalu memikirkan masa depan dan potensi yang saya miliki. Saya masih muda dan ingin terus berusaha untuk mengembangkan diri. Di Inggris, banyak laga yang serupa, namun semua pertandingan di sini berbeda. Anda bisa saja gagal memenangkan laga di mana Anda hanya memberikan satu peluang kepada lawan, seperti yang terjadi di Florence dan Lecce.”

Ia baru tinggal di Italia selama beberapa bulan namun telah beradaptasi dengan sangat baik dan mampu mencetak gol pada #DerbyMilano: “Rasanya sangat luar biasa. Bermain di Italia untuk Inter merupakan impian bagi saya. Final pertama yang saya saksikan ketika muda adalah Inter vs. Lazio, final UEFA Cup tahun 1998. Saya ingin membela Inter karena saya selalu mengagumi para penyerang hebat yang mereka miliki: Ronaldo, Vieri dan Adriano.”

“Saya memiliki mentalitas untuk selalu mencoba mengembangkan diri. Dengan masih berusia 26 tahun, saya merasa belum mencapai potensi terbaik. Hal terpenting bagi saya adalah bekerja keras setiap hari untuk berupaya terus meningkatkan hal-hal yang masih kurang saya kuasai.”

Lukaku dan Lautaro Martinez memiliki pemahaman yang baik di sektor penyerangan: “Sebelum saya bergabung, saya melihat Inter bermain pada laga persahabatan di Appiano Gentile. Dengan cepat saya memerhatikan cara dia bermain dan pergerakan yang dilakukannya. Saya pikir, kami mampu membantu tim jika kami bermain dengan baik bersama-sama. Ketika saya telah bergabung, saya memanggilnya dan kami seketika itu langsung menjadi akrab. Kemampuan saya berbicara dalam bahasa Spanyol membantu, begitulah cara kami menjalin komunikasi di atas lapangan.”

Meski begitu, bahasa Italia Romelu sudah sangat lancar: “Saya mempelajarinya dengan cara mendengarkan para komentator dari laga-laga Serie A sambil menyaksikan pertandingan saudara saya. Kehidupan di Italia sangatlah baik, keluarga saya dan saya merasa bahagia di Milan. Mengalami insiden rasisme? Saya hanya mengalami hal ini di stadion, namun saya berharap peristiwa tersebut akan menjadi yang pertama dan terakhir kali. Kampanye BUU Brothers Universally United Inter sangatlah baik karena sepak bola merupakan olahraga yang penting di negara ini. Saya akan terus berjuang karena kami para pemain perlu juga melakukan peran kami untuk memperbaiki situasi ini.”

Terakhir, Lukaku berbicara tentang makna selebrasi membungkuknya: “Ketika saya tiba di Milan, banyak pendukung telah menunggu saya di Linate Airport. Mereka semua menunjukkan rasa cinta serta kasih sayang yang besar, itulah mengapa saya (berselebrasi) membungkuk. Sebuah tanda terima kasih kepada mereka.”


Versione Italiana  Versión Española  中文版  English Version  日本語版 

Tag: lukaku tim
Load More