Comeback bersejarah Inter kalahkan Milan, 4-2!

COMEBACK BERSEJARAH INTER KALAHKAN MILAN, 4-2!

Nerazzurri memastikan kemenangan di laga Derby pada Senin dini hari walau tertinggal dua gol di babak pertama

MILAN - Malam ini menjadi salah satu malam istimewa. Malam yang ajaib bagi Inter ketika mimpi menjadi sebuah kenyataan, yang digapai setelah menaklukkan mimpi buruk yang menghadang. Comeback bersejarah yang pastinya akan menjadi salah satu hasil yang paling dikenang sepanjang sejarah Nerazzurri. Saat turun minum, Inter tertinggal 2-0 usai menampilkan salah satu penampilan terburuk kami selama 45 menit pada musim ini, namun seperti yang kita ketahui, tim ini tak pernah mau mengalah dan menyerah - terus menerus menekan berkaut dukungan penuh yang kita berikan. Kemenangan 4-2 diraih secara dramatis pada Senin dini hari untuk memastikan kota Milan tetap milik kita. Hasil ini diraih berkat penampilan babak kedua yang tak terlupakan, dengan gol-gol dari Brozovic, Vecino, de Vrij danLukaku memastikan Inter meraih kemenangan dan menyamai raihan poin Juventus. Akan tetapi, berbagai angka serta statistik tidaklah berarti malam ini dan ini akan menjadi salah satu halaman paling tak terlupakan dalam buku sejarah San Siro. 

Namun, hasil laga ini bisa saja menjadi sangat berbeda, saat Nerazzurri menjalani babak pertama yang tak menyenangkan. Sejak peluit awal laga, Inter gagal mengembangkan permainan, mereka tidak memiliki intensitas yang cukup untuk mengimbangi serangan serta tekanan para pemain Milan. Dengan Pioli yang menurunkan formasi 4-4-1-1, Calhanoglu menghambat pergerakan Brozovic, sementara Rebic dan Castillejo menjadi ancaman di kedua sisi lapangan. Begitu banyak peluang yang diciptakan Rossoneri, lini pertahanan Nerazzurri pun terpaksa beberapa kali menyapu bola di detik-detik terakhir. Ancaman nyata pertama kali datang di menit sembilan ketika upaya Calhanoglu menghantam tiang gawang, lalu pasukan Conte akhirnya berhasil merespons tiga menit kemudian saat peluang Skriniar memaksaDonnarumma lakukan penyelamatan dari jarak dekat. Hal ini diikuti dengan kesempatan yang diraih melalui sundulan Godin pada menit ke-19, sementara umpan Lukaku hampir saja membuahkan gol pembuka melalui Vecino lima menit berselang.

Respons Nerazzurri dengan cepat dipatahkan Milan melalui berbagai peluang yang mereka miliki, de Vrij dan Skriniar harus berjibaku untuk melakukan sapuan. Pada akhirnya, gawang Inter bobol di menit ke-40, saat Rebic menyontek bola hasil sundulan Ibrahimovic ke gawang kosong. Keunggulan mereka digandakan hanya beberapa saat sebelum turun minum, saat penyerang asal Swedia itu memanfaatkan sepak pojok pada menit 46. 

Setelah terjadi perbincangan serius di ruang ganti, Nerazzurri terbukti tampil di babak kedua dengan sangat berbeda. Ingin menuruti keinginan Conte dengan baik,para pemain menunjukkan keberanian, gairah dan keinginan untuk menang. Energi mereka menyemangati barisan Curva Nord, saat Candreva coba melayangkan umpan kemudian tak lama setelahnya kapten Brozovic mencetak gol pertama kita pada menit ke-52. Gol penyama kedudukan tercipta melalui pola serangan yang impresif, sang pemain Kroasia ini melepaskan tendangan volley first time kaki kiri untuk memastikan gol keduanya musim ini, keduanya tercipta pada saat Derby. Comeback akhirnya terjadi dua menit berselang, ribuan penonton di San Siro dibuat bergemuruh lagi oleh penyelesaian akhir sempurna Vecino. Dalam sekejap, keunggulan Milan telah diruntuhkan dan Nerazzurri kembali terbang. Kemudian pada menit ke-70, de Vrij melepaskan sundulan sambil terbang dan bola berhasil melewati hadangan Donnarumma. 3-2. Dengan Milan terus berada dalam tekanan, Eriksen dan Barella mencoba melancarkan serangan. Sang pemain asal Denmark hampir mampu mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan bebasnya yang membentur tiang gawang.

Peluang kali ini bisa jadi mesti dibayar mahal andai tiang gawang kita tidak menjadi penghalang bola sundulan Ibrahimovic pada menit ke-89. Tak lama kemudian, Lukaku mengunci kemenangan dengan mencetak gol keempat bagi tim, dia melepaskan sundulan setelah menerima umpan matang dari Moses.

Dan ketika peluit akhir dibunyikan, Inter merayakan kemenangannya dengan skor 4-2 - kali pertama bagi Nerazzurri untuk memenangkan laga Derby dari ketertinggalan dua gol terlebih dahulu sejak 1949. Milan milik kita!

 

INTER 4-2 MILAN 

INTER (3-5-2): 27 Padelli; 2 Godin, 6 de Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva (11 Moses 80'), 8 Vecino, 77 Brozovic, 23 Barella, 15 Young (34 Biraghi 94'); 9 Lukaku, 7 Sanchez (24 Eriksen 72').

Pemain Pengganti: 1 Handanovic, 35 Stankovic, 12 Sensi, 13 Ranocchia, 18 Asamoah, 20 Borja Valero, 30 Esposito, 32 Agoumé, 33 D'Ambrosio.

Pelatih: Antonio Conte.

 

MILAN (4-4-1-1): 99 G. Donnarumma; 12 Conti, 24 Kjaer, 13 Romagnoli, 19 Hernandez; 7 Castillejo (17 Leao 80'), 79 Kessie (39 Paquetà 81'), 4 Bennacer, 18 Rebic (5 Bonaventura 84'); 10 Calhanoglu; 21 Ibrahimovic.

Pemain Pengganti: 1 Begovic, 90 A. Donnarumma, 2 Calabria, 20 Biglia, 22 Musacchio, 46 Gabbia, 56 Saelemaekers, 93 Laxalt, 94 Brescianini.

Pelatih: Stefano Pioli.

 

Pencetak Gol: 40' Rebic (M), 46' Ibrahimovic (M), 51' Brozovic (I), 53' Vecino (I), 70' de Vrij (I), 93' Lukaku (I)

Kartu Kuning: Vecino (I), Barella (I), Skriniar (I), Conti (M), Lukaku (I)

Tambahan Waktu: 1', 4'

 

Wasit: Maresca.

Asisten: Peretti, Paganessi.

Ofisial Keempat: La Penna.

Operator dan Asisten VAR: Mazzoleni, Schenone. 


English Version  中文版  日本語版  Versione Italiana  Versión Española 

Tag: serie a
Load More