Inter Quiz | Tebak pemain: Sebastiano Esposito

INTER QUIZ | TEBAK PEMAIN: SEBASTIANO ESPOSITO

Jawaban dari kuis kami di Twitter dan Instagram

MILAN - Sebelas penampilannya di musim ini menghasilkan satu gol, satu penalti dan yang terpenting, berbagai pengalaman penting yang akan menjadi kunci bagi masa depannya. Walaupun Sebastiano Esposito baru akan berusia 18 tahun pada tanggal 2 Juli di musim panas tahun ini, ia sudah mulai meninggalkan jejaknya dalam sejarah Nerazzurri pada musim 2019/20.

Statistik Sebastiano Esposito

Pada 21 Desember, ketika ia sukses mengonversi penalti ke gawang Genoa, Esposito tidak hanya mencetak gol Serie A perdana dalam kariernya. Dalam usia 17 tahun dan 172 hari, dan dalam start pertamanya selama membela Nerazzurri, ia menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol di Serie A dalam sejarah Inter: hanya berada di belakang Mario Corso (17 tahun dan 97 hari), serta melampaui Mario Balotelli, Aldo Campatelli dan Roberto Cesati.

Esposito telah membuat sebelas penampilan di musim ini: lima di liga (dua sebagai starter), tiga di Champions League, dua di ajang Coppa Italia dan satu di Europa League. Hasilnya, ia mencetak satu gol dan memperoleh satu penalti di ajang Champions League, ketika ia menciptakan salah satu momen terbaiknya di musim ini. Esposito sedang berlari menuju gawang Borussia Dortmund sebelum dijatuhkan, dan walaupun Lautaro gagal mengeksekusi penalti tersebut, Nerazzurri berhasil menang 2-0 pada laga tersebut. Penyerang muda kami yang lahir di Castellammare, Stabia, juga hampir saja menambah pundi-pundi golnya di liga, peluangnya yang paling berkesan adalah pada saat ia lepaskan tendangan voli keras, yang hanya melebar tipis dari tiang gawang saat kami meraih hasil imbang 2-2 dengan Parma.

Dalam sebelas penampilannya, ia telah melepaskan tujuh tembakan, empat di antaranya tepat ke arah gawang, dan melepaskan enam umpan kunci.

Berbagai fakta Sebastiano Esposito

Gol perdana Sebastiano Esposito bagi Nerazzurri diciptakan ke gawang kiper, yang sama sepertinya, juga menimba ilmu di Sektor Usia Muda NerazzurriIonut Radu. Kisah dari penalti tersebut sangat menyentuh hati, saat itu Romelu Lukaku memberikan bola kepada penyerang muda kita untuk mengeksekusinya. Di akhir laga (yang dimenangkan Inter 4-0), Esposito berlari untuk memeluk sang ibunda, Flavia, di pinggir lapangan. Tangis bahagia yang tak terlupakan dirasakan seluruh keluarga Esposito pada malam itu.

Lahir pada tahun 2002, Esposito tidak pernah melihat secara langsung penampilan Ronaldo “El Fenomeno” di Inter. Ia menjadi pengagum permainan Francesco Totti semasa kanak-kanak, namun ia mencintai Diego Milito lebih dari siapa pun: “Saya hanya ingin seperti dirinya: seorang penyerang yang komplet, ia sangat luar biasa.”

Formasi Nerazzurri impian Esposito adalah formasi ultra-menyerang 4-2-4, dengan hampir tak ada keraguan di lini belakang: “Handanovic sebagai penjaga gawang; Maicon, Samuel atau de Vrij, Materazzi dan Zanetti di lini pertahanan; Stankovic dan Brozovic di lini tengah; lalu empat penyerang dalam diri Milito, Ronaldo, Lautaro dan Lukaku.”

Sebastiano Esposito paling akrab di ruang ganti dengan... Borja Valero: “Saya sering sekali menghampiri tempat duduknya, saya merindukan momen tersebut, seperti halnya saya merindukan masukannya serta permainan sepak bolanya di dalam lapangan.”


中文版  日本語版  Versión Española  English Version  Versione Italiana 

Tag: esposito
Load More