Lukaku dan Adriano, sebuah perbincangan Nerazzurri

LUKAKU DAN ADRIANO, SEBUAH PERBINCANGAN NERAZZURRI

Kenangan, saran dan dorongan semangat: diskusi antara dua penyerang dengan kaki kiri yang dominan

MILAN – Sebuah percakapan yang dapat mengangkat semangat dan penuh tawa terjadi di Instagram saat Romelu Lukaku berbincang bersama penyerang dengan kaki kiri luar biasa yang pernah mengenakan seragam Nerazzurri: Adriano.

Lukaku tidak pernah malu untuk mengakui bahwa Adriano selalu menjadi salah satu idolanya sejak kecil. Dan sang pemain Belgia, yang membuktikan diri sebagai pewawancara andal, tidak dapat menyembunyikan emosinya selama diskusi bersama penyerang asal Brasil: berbagai kenangan dan perasaan menjadi bagian penting dalam perbincangan kali ini. 

INTER, MILAN DAN PARA FANS
Adriano memulai perbincangan dengan senyum lebar di wajahnya: “Saya gembira kamu dapat mengambil alih posisi saya di pusat lini serang Inter. Saya merasa senang untukmu dan juga untuk Inter, saya mengharapkan yang terbaik bagi kalian. Milan adalah kota yang indah dan para fans selalu mendorongmu, semuanya sangat fantastis.”

Lukaku: “Sejak saya menyaksikan laga final UEFA Cup 1998, ketika Ronaldo ikut bermain di dalamnya, saya selalu bermimpi untuk membela Inter. Ketika ada kesempatan untuk pindah ke Italia, saya langsung mengatakan bahwa saya ingin bermain untuk Inter.”

ADRIANO MUDA DAN LUKAKU YANG BELIA
Adriano: “​​​​​​​Ketika saya datang ke Inter, saya masih berusia 19 tahun. Saya merasa gugup: itu adalah sebuah kesempatan besar, sebuah impian. Saya disambut dengan tangan terbuka, saya masih ingat hingga hari ini bagaimana saya menghabiskan banyak waktu untuk menatap para fans dibandingkan untuk fokus pada laga ketika saya bermain di San Siro untuk pertama kalinya.

Lukaku: “​​​​​​​Ketika Anda bermain untuk Inter, saya masih muda dan mengingat semuanya dengan sempurna. Saya tinggal di Belgia dan kami saat itu tak bisa membeli televisi. Sehingga saya akan menunggu hingga hari Sabtu, ketika saya mengunjungi rumah paman saya. Ia memiliki internet dan saya akan membuka YouTube untuk menonton semua video Anda. Semua gol Anda teringat jelas dalam pikiran saya. Saya begitu ingat bagaimana Anda mencetak gol di laga Brasil vs. Yunani dalam ajang Confederations Cup dengan tembakan kaki kiri yang sangat bertenaga. Saya mencoba meniru tembakan tersebut dari jarak sekitar 27 meter dalam setiap sesi latihan selama dua pekan.

GOL TERBAIK ADRIANO DAN MOMEN PALING EMOSIONAL
Adriano: “​​​​​​​Pilihan saya jatuh pada dua gol: tendangan bebas ketika melawan Real Madrid dalam penampilan perdana saya bagi Nerazzurri serta gol saya ke gawang Udinese yang dicetak usai berlari penuh di sisi permainan lawan. Tentu saja, saya tak akan pernah melupakan gol yang menciptakan selebrasi terliar kami: gol sundulan ke gawang Milan di masa tambahan waktu pada Derby tahun 2005 yang membuat kami menang 3-2. Sebuah pertunjukan yang luar biasa!

Lukaku: “​​​​​​​Terkait gol Anda, saya selalu lebih suka gol yang Anda cetak dari jarak jauh dengan tembakan keras, seperti yang diciptakan saat final Coppa Italia di Roma.

GAYA PERMAINAN DAN DUET SEMPURNA
Adriano: “​​​​​​​Gaya permainan kami sangatlah mirip. Walaupun begitu, kami bisa membentuk sebuah duet penyerang yang sempurna, yang sangat kuat. Hal yang paling penting adalah untuk saling membantu, karena rekan setim Anda yang akan membantu Anda berkembang dan membuat Anda bisa memberikan yang terbaik untuk tim. Gaya permainan kami cocok untuk Serie A. Dan kami berdua sama-sama memiliki kekuatan tembakan yang luar biasa…

Lukaku: “​​​​​​​Bagi saya, tim adalah hal paling utama. Dalam setiap pertandingan, Lautaro dan saya saling memberi dukungan. Saya berharap dapat meninggalkan jejak saya, sama seperti yang Anda lakukan dalam sejarah Inter. Awalnya, saya harus menyesuaikan diri dengan kompetisi di Serie A, liga yang sangat mengandalkan aspek taktis. Namun, Conte dan stafnya banyak membantu saya dan sekarang saya merasa sangat nyaman.

TANDEM DI LINI SERANG DAN SUSUNAN PEMAIN ROMELU DI PES
Adriano: “Saya pernah bermain dengan banyak pemain hebat di lini depan seperti Vieri, Recoba, Martins dan Ibrahimovic. Mengenai pelatih, Prandelli telah banyak membantu saya dalam hal memahami sepak bola Italia, sementara Mancini dan Mourinho jelas tidak bisa kita lupakan. Ketika saya di Inter, Massimo Moratti selalu menunjukkan rasa sayang yang besar kepada saya. Saya senang dengan keterlibatan keluarga Zhang di Inter sekarang, mereka bekerja keras demi kebaikan Inter.

Lukaku: “​​​​​​​Adriano-Martins selalu menjadi tandem lini depan saya di PES. Lini tengah saya terdiri dari Stankovic, Veron, Cambiasso dan Recoba, bersama Adriano serta Martins sebagai ujung tombak. Saya tidak terkalahkan.


English Version  日本語版  中文版  Versión Española  Versione Italiana 

Tag: lukaku
Load More