Inter Hall of Fame 2020: para kandidat penjaga gawang kita

INTER HALL OF FAME 2020: PARA KANDIDAT PENJAGA GAWANG KITA

Dari Sarti hingga Julio Cesar, dari Pagliuca sampai ke Bordon: siapa yang akan bergabung dengan Zenga dan Toldo?

MILAN - Jajak pendapat telah resmi dimulai untuk Inter Hall of Fame edisi ketiga kami. Tahun ini terasa istimewa, karena melibatkan para pemain Nerazzurri yang memenangkan Triplete yang tentunya sudah pada gantung sepatu (simak seluruh infomasi terkait kriteria dan bagaimana cara memberikan suara di sini). Seperti biasa, para penggemar Inter diundang untuk memilih empat pemain legendaris, satu untuk masing-masing posisi: penjaga gawang, pemain bertahan, gelandang dan penyerang.

2020 HALL OF FAME POWERED BY PIRELLI: KLIK DI SINI UNTUK MEMBERIKAN SUARA

Para pemenang dari dua musim sebelum:

- edisi 2018: Walter Zenga; Javier Zanetti; Lothar Matthäus; Ronaldo;

- edisi 2019: Francesco Toldo; Giacinto Facchetti; Dejan Stankovic; Giuseppe Meazza.

Pada hari ini, kita akan fokus pada pemilihan penjaga gawang yang berkemungkinan bergabung dengan jajaran pemain Nerazzurri Hall of Fame: siapa dari sepuluh legenda ini yang akan bergabung dengan Zenga dan Toldo? Sebagai catatan, para kandidat harus setidaknya telah memiliki 60 penampilan dan memenangkan setidaknya satu trofi untuk Inter, agar bisa mengikuti pemilihan ini.

Para penjaga gawang yang masuk ke dalam nominasi diseleksi dari semua era Inter: mulai dari era raihan Scudetto pertama kita hingga yang ke-18, para pemilik nomor punggung 1 kita (atau nomor punggung 12 dalam hal ini milik Julio Cesar) telah melalui pengembaraan dan jalan kesuksesan yang panjang. Berikut adalah mereka dalam seluruh kisah kejayaannya:

IVANO BORDON (13 April 1951)

Ikatan yang dimilikinya dengan Inter sangat kuat, Beliau memulai perjalannya dari skuat pemuda kita sebelum melakoni debutnya pada usia 19, dalam dua pertandingan penuh gengsi: pertama, pada saat #DerbyMilano, dan babak kedua dari pertandingan masyur “Game of the Can”, di Mönchengladbach. Bordon melindungi gawang Inter antara tahun 1970 dan ’83, mencatatkan 382 penampilan, juga klaim rekor Nerazzurri untuk menit terlama tanpa kebobolan (686 menit antara matchday keempat dan kesebelas musim 1979/80). Bordon juga memenangkan Scudetti (’71 dan ’80) serta dua trofi Coppa Italia (’78 dan ’82).

LORENZO BUFFON (19 Desember 1929)

Berasal dari rival tersohor, pemenang empat gelar juara liga bersama AC Milan, kemudian menjadi pelindung nan gagah bagi gawang Nerazzurri pada awal era ‘60-an. Dengan catatan 89 penampilan dan memiliki gaya yang spektakuler, dia memenangkan Scudetto 1962/63 dalam balutan seragam Inter.

ANGELO CAIMO (14 Juli 1914 - 10 Mei 1998)

Membela Ambrosiana Inter, dari musim 1939/40 sampai ‘42/43, ia mencatatkan 63 penampilan dan memenangkan Scudetto pada tahun 1940.

PIERO CAMPELLI (20 Desember 1893 – 20 Oktober 1946)

Penjaga gawang kala meraih Scudetto pertama sepanjang sejarah Inter: ia tampil dalam warna kebanggaan Nerazzurri mulai dari tahun 1909 sampai 1925, membuat 179 penampilan. Bukan hanya itu, beliau pun memenangkan gelar liga lainnya pada tahun 1920.

JULIO CESAR (3 September 1979)

Sang 'dream catcher' Nerazzurri bermain membela kita dari tahun 2005 sampai 2012. Dia tiba dari Brasil secara sederhana, namun secara bertahap mendapatkan tempat di skuat utama dan diberi nomor punggung 12. 300 penampilan, berbagai penyelamatan bersejarah (seperti pada saat menyelematkan tembakan Messi) dengan memenangkan semua gelar yang mungkin bisa dimenangkan: lima Scudetti, empat Italian Super Cup, tiga Coppa Italia, satu gelar Champions League dan satu gelar Club World Cup.

VALENTINO DEGANI (14 Februari 1905 - 8 November 1974)

Dirinya sangat gesit, membuat 176 penampilan antara 1924 dan 1938 untuk Ambrosiana Inter. Selama berada di bawah mistar kita ia memenangkan Scudetto musim 1929/30.

GIORGIO GHEZZI (10 Juli 1930 - 12 Desember 1990)

Seorang “kamikaze” Nerazzurri: Dikenal sebagai sosok tanpa rasa takut dengan pergerakan berlari keluar dari garis gawangnya dengan kepribadian yang besar. Membela Inter dari tahun ‘51 sampai ‘58, beliau memenangkan dua Scudetti secara beruntun pada tahun 1953 dan 1954. Seorang ikon dalam skuat Nerazzurri pada saat itu, beliau kemudian menjadi wirausahawan yang hebat setelah karier sepak bolanya berakhir.

GIANLUCA PAGLIUCA (18 Desember 1966)

Mengisi peran yang ditinggalkan Walter Zenga adalah tugas yang sulit bagi siapa pun. Namun tidak bagi Pagliuca: seorang penjaga gawang tangguh yang memainkan lima musim menakjubkan di klub dengan menyajikan sejumlah penyelamatan tak terlupakan selama prosesnya. 234 penampilan serta satu gelar UEFA Cup ia persembahkan pada tahun 1998.

GIULIANO SARTI (2 Oktober 1933 - 5 Juni 2017)

Pria di balik tim Grande Inter. Bukan hanya sebatas nama keluarga; beliau dipandang oleh semua orang sebagai penjaga gawang hebat dengan kualitas sedingin es. Tak banyak berulah, namun memiliki banyak substansi: solid dalam semua hal fundamental, serta piawai dalam menutup pergerakan penyerang yang berlari menghampiri gawang. Beliau kemudian menjadi inovator, membuat tim tampil lebih kompak di lapangan. 198 penampilan dan semua kemenangan dari Grande Inter: dua European Cup (1964 dan 1965) serta dua Intercontinental Cup. Penampilannya menentukan dalam laga-laga final, kesalahannya saat di Mantova tentu kita maafkan.

LIDO VIERI (16 Juli 1939)

199 penampilan dari tahun '69 sampai '76. Beliau memenangkan Scudetto pada musim 1970/71, menciptakan rekor tanpa kebobolan (685 menit) yang kemudian akan dipatahkan oleh Bordon.


Versione Italiana  日本語版  English Version  Versión Española 

HALL OF FAME INTER 2020 powered by Pirelli | GOALKEEPERS

Load More