SEORANG INTERISTA SEJATI DAN JUARA YANG ABADI, SELAMAT JALAN MARIO

Beliau membuat para fans lintas generasi terpesona, menandai sebuah era dengan kejeniusan dan penampilan berkelasnya. Hari ini, Mario Corso meninggalkan kita pada usia 78 tahun: pikiran semua orang di Klub dan semua fans Inter di seluruh dunia tertuju kepada keluarga dan orang-orang yang dicintainya di masa yang sulit ini

1/13
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso
Rasa duka yang mendalam dari Inter atas wafatnya Mario Corso

MILAN – Terdapat beberapa orang yang memang ditakdirkan untuk tercatat dalam sejarah, para juara yang abadi dan memiliki talenta unik yang membuat kita tak memiliki pilihan selain untuk mencintai mereka. Mario Corso adalah salah satu orang tersebut dan akan selalu masuk ke dalam golongan itu. Kaki kiri serta tembakan bebasnya memesona seluruh dunia: semua orang mencoba untuk meniru Mario Corso, dan kenangan akan dirinya tentu akan diteruskan ke generasi masa depan selama bertahun-tahun.

Dengan kaus kakinya yang selalu tergulung sebagai penghormatan kepada idolanya, Omar Sivori, setiap kali ia menginjakkan kaki di lapangan San Siro selalu diawali dengan tiga ketukan kaki kirinya di dalam ruang ganti pertama sebelum beliau keluar untuk menampilkan keajaiban menggunakan kaki kiri yang sama. Seperti yang beliau lakukan pada 12 Mei 1965, ketika Inter harus membalikkan keadaan pada laga semifinal melawan Liverpool di San Siro, kontribusinya mampu menciptakan salah satu comeback terhebat dalam sejarah Nerazzurri. Mario Corso merupakan seseorang berjiwa Inter sejati, kesannya begitu kuat sehingga beliau dikagumi pula oleh para pendukung juga lawan, mendapat julukan “Kaki kiri Dewa” oleh pelatih Israel setelah pertandingan mereka melawan Italia pada tahun 1961. Beliau juga dikenal sebagai Mariolino, seorang idola dan juga kawan.

Pada 30 November 1958, golnya saat melawan Bologna membawanya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Nerazzurri, berusia 17 tahun, tiga bulan dan lima hari, sebelum menjelma menjadi bintang di dalam skuat “Grande Inter”. Tulus, tegas dan tidak pernah menganggap hal menjadi sepele, seperti permainan sepak bolanya. Sosok yang sangat berbakat di sisi kiri skuat Inter dari 1957 hingga 1973, memainkan 502 pertandingan dalam periode tersebut dan mencetak 94 gol dengan nomor punggung 11 dikenakannya. Kapten kita untuk tiga musim, beliau memenangkan empat Scudetto, dua gelar juara European Cup dan dua Intercontinental Cup. Sebelum memulai karier yang lebih panjang bersama Nerazzurri sebagai seorang pelatih dan pendukung, secara terus menerus berhubungan dengan mereka yang, berkatnya, menemukan sebuah cara bermain baru dalam pertandingan. Cara Mario Corso, sebuah gaya bermain yang diapresiasi tidak hanya oleh para pendukung Nerazzurri, namun juga oleh setiap orang di seluruh dunia yang mencintai olahraga ini.

Selamat jalan, Mario. Kami akan merindukan segala hal tentangmu.


Versión Española  日本語版  English Version  Versione Italiana 

Tag: klub
Load More