Statistik dan trivia menjelang Parma vs. Inter

STATISTIK DAN TRIVIA MENJELANG PARMA VS. INTER

Nerazzurri siap kembali beraksi di Tardini pada Senin dini hari pukul 02:45 WIB

MILAN - Inter dan Parma akan saling berhadapan pada Senin dini hari pukul 02:45 WIB di Tardini, dalam laga bertajuk matchday 28 Serie A. Pertemuan ini akan menjadi yang ke-51 bagi kedua tim ini di liga kasta tertinggi Italia, dengan 20 kemenangan untuk Nerazzurri, 15 hasil imbang dan 16 kekalahan melawan Crociati.

Berkolaborasi bersama Opta, berikut semua statistik berkaitan dengan pertandingan selanjutnya.

Nerazzurri dalam beberapa pertemuan terdahulu selalu merasa kesulitan bermain di Tardini, dengan catatan di kandang Parma seperti berikut: lima kemenangan, enam hasil imbang dan 14 kekalahan. Meskipun begitu, Inter merayakan gelar Scudetto ke-16 mereka di stadion tersebut: dwigol Ibrahimovic pada tahun 2008 memastikan kemenangan 2-0 yang tak terlupakan.

 

PERFORMA SAAT INI

Pertandingan tandang terakhir Nerazzurri di liga dilaksanakan di Turin bulan Maret lalu. Dalam pertandingan melawan Juventus tersebut, tim asuhan Conte gagal menjebol gawang lawan setelah berhasil mencetak 26 gol dalam dua belas pertandingan Serie A sebelumnya.

Parma menderita dua kekalahan kandang secara beruntun di liga. Tim Ducali belum pernah merasakan minimal tiga kekalahan beruntun di Tardini sejak Februari 2019 (empat). Kekalahan ketiga kala itu datang di pertandingan melawan Inter.

Parma gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir mereka di Tardini di Serie A: Gialloblù belum pernah mengalami tiga pertandingan kandang beruntun tanpa mencetak gol di liga kasta tertinggi Italia sejak 2015.

 

STATISTIK UMUM

Tidak ada tim yang berhasil mengumpulkan lebih banyak poin di laga tandang daripada Inter (29) pada musim ini. Sepanjang era tiga poin per kemenangan, Nerazzurri hanya sekali mencatatkan rekor tandang yang lebih baik setelah 13 pertandingan: yaitu pada 2006/07, ketika Roberto Mancini menjadi pelatih Inter.

Hanya Juventus dan Lazio (keduanya sepuluh) yang kebobolan lebih sedikit daripada Parma (dua belas) di kandang, selama Serie A musim ini berjalan.

Cristiano Biraghi menjadi pencetak gol ke-16 Nerazzurri di liga kasta tertinggi Italia musim ini, ketika ia mencetak gol melawan Sampdoria, lebih banyak dari tim mana pun di liga. Sepanjang musim ini berjalan, 18 pemain telah menyumbangkan gol untuk Inter di seluruh kompetisi.

 

FOKUS PEMAIN

Sebelum Romelu Lukaku, pemain terakhir yang mencetak dua belas gol di laga tandang dalam musim debutnya di Serie A adalah Shevchenko pada musim 1999/2000. Ujung tombak Belgia ini dapat menjadi pemain pertama yang mencetak 13 gol tandang, pada musim debutnya di liga kasta tertinggi Italia sepanjang era tiga poin per kemenangan.

Lukaku telah mencetak dua belas gol tandang di liga, dari 24 tembakan tepat sasaran yang dilepaskannya. Hanya Timo Werner (15) dan Robert Lewandowski (14) yang memiliki catatan gol tandang lebih baik musim ini di 5 liga terbaik Eropa.

Antonio Candreva telah berkontribusi dalam lima gol dari empat pertandingan menghadapi Parma di Serie A (tiga gol, dua asis). Gol yang ia cetak ke gawang Crociati di awal musim ini merupakan gol terakhirnya di liga. Pemain yang sama juga pernah membela Parma: ia tampil sebanyak 31 kali dan mencetak tiga gol untuk Ducali pada musim 2010/11.

Alessandro Bastoni membela Parma sebanyak 24 kali di Serie A musim lalu, menorehkan satu gol.

Nicolò Barella melakukan debut Serie A ketika melawan Parma pada Mei 2015. Hal yang sama berlaku untuk Sebastiano Esposito, yang tampil kala menghadapi Crociati pada bulan Oktober 2019.

Alexis Sánchez selalu berkontribusi dalam penciptaan gol pada tiga laga Serie A musim ini saat ia diturunkan sebagai starter (satu gol, dua asis).

Inter adalah tim yang paling sering dihadapi Gervinho di Serie A: delapan kali, sama dengan Milan. Penyerang asal Pantai Gading ini telah dua kali merobek gawang Nerazzurri, termasuk pada pertemuan pertama musim ini.

Yann Karamoh membuat debut Serie A bersama Inter (17 penampilan di liga), sementara satu-satunya gol yang ia cetak untuk Parma sejauh ini disumbangkannya ketika menghadapi Nerazzurri pada awal musim.

Baik Luca Siligardi (Agustus 2010 bersama Bologna) serta Roberto Inglese (September 2015 bersama Chievo) melakukan debut Serie A saat menghadapi Inter.

Andreas Cornelius menjadi pemain Denmark pertama yang mencetak dua digit gol dalam satu musim Serie A (sebelas) sejak Jon Dahl Tomasson pada 2003/04.

Ionut Radu menjadi starter untuk pertama kalinya di Serie A pada Mei 2016 ketika membela Inter.

 

PARA PELATIH

Antonio Conte telah menghadapi Parma sebanyak delapan kali di Serie A. Sang pelatih Inter belum pernah merasakan kekalahan, memenangkan lima pertandingan dan seri tiga kali selama ini.

Satu-satunya pertemuan antara Roberto D’Aversa dan Antonio Conte di Serie A terjadi ketika Inter dan Parma bertanding pada awal musim ini.

 

LARANGAN BERMAIN

Parma: Iacoponi (1)

Inter: Skriniar (3), Conte (1, pelatih)

TERPAUT SATU KARTU LAGI DARI LARANGAN BERMAIN

Parma: Darmian, Grassi, Hernani, Laurini

Inter: D'Ambrosio, Vecino


Versión Española  Versione Italiana  日本語版  English Version 

Tag: serie a
Load More