Kemenangan fantastis dan berharga bagi Nerazzurri, yang naik ke peringkat kedua

KEMENANGAN FANTASTIS DAN BERHARGA BAGI NERAZZURRI, YANG NAIK KE PERINGKAT KEDUA

Inter amankan kemenangan tandang: dwigol Lukaku dan satu gol dari Sanchez sapu Genoa

GENOA - Tidak pernah mudah untuk melawan tim-tim yang tengah berjuang demi dapat tetap bertahan dan bahkan dirasa lebih sulit ketika hanya tersisa tiga pertandingan lagi pada musim ini. Genoa menatap pertandingan ini usai meraih dua kemenangan krusial dalam perjuangan mereka untuk menghindari degradasi, dan hasil-hasil tersebut membantu mereka mengangkat semangat dan memberi mereka momentum. Beruntung, Inter tidak tergelincir dalam pertandingan yang berjalan sulit ini, mereka lebih banyak menguasai permainan sebelum mencetak dua gol tambahan saat menit-menit akhir pertandingan, usai gol pembuka pada babak pertama. Lukaku memecahkan kebuntuan melalui gol sundulannya sebelum Sanchez mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-83. Kemudian Lukaku memastikan golnya yang ke-23 di Serie A melalui tendangannya pada menit ke-93. Kemenangan ini membawa Inter naik ke peringkat kedua dengan menyisakan dua pertandingan berikutnya melawan Napoli dan Atalanta.

SIMAK GALERI FOTO PERTANDINGAN

KLASEMEN SERIE A

Terdapat enam perubahan dalam daftar susunan pemain dibandingkan dengan laga yang berakhir seri sebelumnya dengan Fiorentina, dan perubahan yang dilakukan Conte ini terbukti membuahkan hasil. Genoa sangat mendambakan hasil sangat baik secara beruntun, guna tetap menjaga asa mereka di tabel klasemen usai meraih dua kemenangan penting, dan karena itu, mereka memulai pertandingan ini secara agresif. Akan tetapi, mereka tidak mampu memaksimalkan keadaan tersebut, dan tekanan bermula ketika Inter secara perlahan bangkit. Skuat asuhan Conte mulai menemukan celah melalui permainan build-up mereka, acap kali dengan Eriksen yang berada di jantung lapangan yang mendikte permainan di sekitar garis final third. Tekanan tersebut menyebabkan ragam masalah bagi Genoa. Pada menit ke-22, pergerakan di sisi kanan antara Eriksen dan Lukaku membantu Brozovic untuk melepaskan tendangan ke arah gawang. Kemudian pada menit ke-30, sang pemain asal Denmark melancarkan tendangan melambung dari dalam kotak penalti. Tak lama, gol pun segera hadir. Biraghi melepaskan umpan dengan kaki kanannya dari sisi kiri, dan Lukaku berada di dalam kotak penalti untuk melepaskan sundulan ke arah tiang jauh. Genoa tidak langsung menyerah usai kebobolan tersebut dan melanjutkan pertandingan dengan pola permainan yang sama sepanjang pertandingan. Upaya tendangan bebas Jagiello hampir menghadirkan gol balasan dari kubu tuan rumah pada babak pertama: Handanovic sudah mati langkah, namun beruntung sepakan lawan melebar sangat tipis dari gawangnya.

Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih lambat, namun Moses yang menjadi salah satu penampil terbaik di lapangan, berusaha segenap tenaga untuk menghidupkan permainan dari sayap kanan. Di lini pertahanan, Ranocchia dan kawan-kawan, melindungi gawang Handanovic dengan baik, di mana sang kapten Nerazzurri menikmati sore hari yang cukup tenang di antara kedua tiang gawangnya. Berbagai pergantian pemain yang telah dilakukan, menambah tempo permainan dan peluang-peluang mulai tercipta lagi. Pada menit 70, Inter kembali mengancam dari sayap kanan, dan kembali melalui Moses, di mana umpan rendahnya, entah bagaimana masih mampu dihalau oleh Ankersen dengan Borja Valero yang sudah membayanginya di belakang. Bukan hal yang mengejutkan lagi bahwa gol kedua akan melibatkan kembali sang pemain asal Nigeria itu, begitu pun dengan pencetak golnya: Moses bak meletakkan gol di atas piring bagi Sanchez, yang dengan tendangan volley kaki kanannya mampu menggandakan keunggulan.

Pada menit ke-93, Lukaku memperagakan seluruh kekuatan serta kemampuan teknisnya saat ia mencetak gol ketiga dengan cara yang indah. Kali ini, ia melaju dengan cepat, melewati Romero di dalam kotak penalti dan menembakkan si kulit bundar dengan akurat ke gawang lawan, yang sekaligus menjadi golnya yang ke-23 di musim Serie A ini. Dia sekarang menempati urutan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak pada musim perdananya bersama Inter, dengan penyerang asal Belgia ini melampaui catatan dari Diego Milito dan Amedeo Amadei (Nyers dengan 26 dan Ronaldo dengan 25 gol masih mengunggulinya).

Kemenangan Nerazzurri di Genoa menjadi yang kedua belas mereka di laga tandang musim ini: catatan serupa pernah diciptakan oleh Inter pada musim 2006/07. Ini menjadi tiga poin yang mengangkat skuat asuhan Conte ke posisi kedua.

GENOA 0-3 INTER 

GENOA (3-5-2): 1 Perin; 5 Goldaniga, 17 Romero, 2 Zapata; 32 Ankersen (18 Ghiglione 76'), 85 Behrami (20 Schöne 59'), 65 Rovella (23 Destro 76'), 15 Jagiello, 4 Criscito; 30 Favilli (19 Pandev 70'), 99 Pinamonti.
Pemain Pengganti: 13 Ichazo, 22 Marchetti, 3 Barreca, 14 Biraschi, 16 Eriksson, 24 Bianchi, 29 Cassata, 55 Masiello.
Pelatih: Davide Nicola.

INTER (3-4-1-2): 1 Handanovic; 37 Skriniar (33 D'Ambrosio 64'), 13 Ranocchia, 2 Godin; 11 Moses (87 Candreva 84'), 5 Gagliardini, 77 Brozovic, 34 Biraghi (15 Young 84'); 24 Eriksen (20 Borja Valero 64'); 9 Lukaku, 10 Lautaro (7 Sanchez 64').
Pemain Pengganti: 27 Padelli, 46 Berni, 6 de Vrij, 30 Esposito, 31 Pirola, 32 Agoumé, 95 Bastoni.
Pelatih: Antonio Conte.

Penctak Gol: 34' Lukaku (I), 83' Sanchez (I), 93' Lukaku (I)
Kartu Kuning: Criscito (G), Gagliardini (I), Romero (G), Ranocchia (I), Handanovic (I)
Tambahan Waktu: 1' - 3'.

Wasit: Massa.
Asisten: Preti, Manganelli.
Ofisial Keempat: Giua.
Operator dan Asisten VAR: Irrati, Liberti.


Versione Italiana  English Version  Versión Española  中文版  日本語版 

Tag: serie a
Load More