MUSIM PEMECAH REKOR BAGI LUKAKU: "SAYA SELALU BERJUANG UNTUK MEMBANTU TIM"

Setelah mencetak dua gol melawan Genoa, sang penyerang Belgia itu, kini telah menorehkan 29 gol pada musim ini, catatan terbaiknya dalam satu musim

1/10
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"
Musim pemecah rekor bagi Lukaku: "Saya selalu berjuang untuk membantu tim"

GENOA - Romelu Lukaku benar-benar telah menandai jejaknya pada musim ini, dan Genoa merasakan hal itu lebih dari siapa pun. Dalam dua pertemuan mereka dengan Nerazzurri musim ini, Rossoblù kebobolan tujuh gol dan kembali gagal menorehkan gol. Dari ketujuh gol tersebut sang pemain Belgia menyumbangkan empat: dua di pertemuan pertama musim ini dan dua lagi pada laga dini hari tadi. Gol-gol hebat yang dicetak dengan cara yang mirip, gol pertama dicetak melalui kepalanya dan diikuti derap lari kencang bersama bola di kakinya. Gol-gol pertama tercipta pada bulan Desember, lalu pada bulan Juli ini.

Dwigol Lukaku dalam kemenangan 0-3 Inter, memecahkan rekor pribadinya: dengan 29 gol dalam 45 pertandingan di semua kompetisi musim ini, menjadi raihan terbaik dari sang pemain Belgia dalam satu musim. Sebelum itu, musim terbaiknya terjadi pada tahun pertamanya di Manchester United, ketika mengoleksi 27 gol. Sekarang, ia berada di urutan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak yang dicetak oleh pemain Inter pada musim perdana mereka di Klub: hanya Istvan Nyers (26 gol pada 1948/49) dan Ronaldo (1997/98) yang masih menggungulinya dalam kategori ini. Ia pun menyamai rekor untuk jumlah gol tandang yang dicetak oleh pemain Inter dalam satu musim: 15, jumlah gol yang dicapai oleh Nyers pada musim 1949/50.

Lukaku mengatakan hal berikut ketika diwawancarai oleh Sky Sport setelah pertandingan: “Saya merasa senang, tetapi sebagai tim, kami masih bisa melakukan lebih. Kami harus mengakhiri musim kami sebaik mungkin, dan saya selalu berjuang untuk membantu tim. Kami memiliki penyesalan dan membiarkan terlalu banyak poin hilang dari genggaman kami, tetapi kami adalah tim yang masih muda dan masih perlu berkembang. Sekarang, kami akan fokus untuk mengakhiri musim dengan baik, dimulai dengan dua pertandingan tersisa di liga dan setelahnya di Europa League. Itu tidak akan mudah, tetapi kami akan bekerja setiap hari untuk memenangkan trofi ini.”


Versión Española  English Version  中文版  日本語版  Versione Italiana 

Load More