INTER COMEBACK MENGALAHKAN TORINO 4-2

Nerazzurri membalikkan keadaan dari defisit dua gol setelah gol-gol balasan tercipta dari Sanchez, Lukaku (2) dan Lautaro

1/100
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2
Inter Comeback Mengalahkan Torino 4-2

MILAN – Beberapa alarm terasa lebih mengganggu daripada yang lain. Sebagian ada yang ingin Anda coba matikan, dan ada juga yang justru memberikan Anda adrenalin yang Anda butuhkan untuk tetap merasa terjaga. Pada hari ini, alarm Inter berbunyi pada menit ke-62, dengan Torino baru saja unggul 2-0. Dan seketika alarm itu terdengar, respons Inter begitu menyengat, ganas dan tak terhentikan.

Sanchez, Lukaku (dua kali) dan Lautaro semuanya berada di papan skor. Sirigu dibobol sebanyak empat kali dan hampir tidak bisa berkutik. 60 menit pertama bisa jadi bukan waktu terbaik Inter, akan tetapi Nerazzurri menyadari bahwa mereka mampu mengembangkan apa yang telah mereka upayakan selama setengah jam menjelang pertandingan pada hari Kamis melawan Real Madrid. Tim arahan Conte masih berjuang dan bersemangat.

Walau bagaimana pun, laga tadi berawal rumit, dan Inter merasa kesulitan. Terdapat banyak aspek yang hilang dalam 45 menit pertama dari pertandingan di San Siro ini. Dan sementara Nerazzurri menunjukkan determinasi dan berupaya untuk mencari keunggulan, percikan itu hilang. Sementara Torino, nampak meyakinkan dengan skema formasi 3-5-2 yang kebanyakan lawan dari Nerazzurri telah sering gunakan, terutama ketika tampil di Meazza. Granata, yang hari ini dipimpin oleh asisten pelatih; Conti setelah Marco Giampaolo dinyatakan positif COVID-19, tanpa dihuni Belotti, yang menderita cedera ketika pemanasan. Zaza menggantikan tempatnya di lapangan, melakoni penampilan ketiganya pada musim ini setelah dua bulan absen.

Energi dari sang penyerang Granata memberi Torino sejumlah opsi: mereka bermain lebih melebar dan membaca permaianan dengan baik, bertahan dengan kokoh. Zaza tampil gemilang, dengan didukung oleh Meité, yang dengan aktif terlibat dalam penyerangan. Verdi juga tampil bersemangat, namun terpaksa harus meninggalkan lapangan. Pergerakan Zaza menjadi hal yang paling mengkhawatirkan, sebab ia mampu menemukan ruang kosong, yang memungkinkannya untuk berkali-kali menguji kemampuan Handanovic.

Inter tidak bermain lambat, melainkan kurang tajam. Sanchez dan Lukaku kurang padu dalam membangun serangan. Lukaku mencoba melakukan banyak terobosan ke depan, tetapi tanpa ancaman yang berarti bagi Sirigu selama babak pertama. Inter mengakhiri 45 menit pertama dengan nol tembakan pada sasaran. Di sisi lain, Torino menyudahi babak pertama dengan keunggulan satu gol: kesalahan oleh Sanchez diikuti dengan operan langsung ke ujung lapangan, kombinasi antara Bonazzoli dan Meité serta umpan backheel, menempatkan Zaza dalam posisi berbahaya. Sang penyerang tengah menembakkan bola ke gawang Handanovic dengan tendangan kaki kiri yang brilian.

Sebuah respons dibutuhkan di babak kedua, tetapi serangan yang dilakukan ke gawang Sirigu bukanlah yang terbaik untuk mengarungi awal babak kedua, walaupun saat itu Torino menurunkan tempo permainan mereka. Pada menit ke-62, Granata unggul dua gol. Aksi yang dilakukan oleh Young kepada Singo di dalam kotak penalti dilihat oleh La Penna sebagai pelanggaran, setelah melalui pemeriksaan VAR. Eks pemain Inter, Ansaldi, menjadi eksekutor dan menaklukkan Handanovic untuk menjadikan skor 0-2. Apakah Inter akan menyudahi pertandingan dengan cara seperti ini? Tidak mungkin.

Datangnya gol kedua Torino yang tak terduga, membuat Inter melakukan serangan dengan lebih gencar di lini depan. Tembakan dari Lukaku membentur mistar, sebelum Sanchez mengonversi peluangnya untuk menjadikan skor 1-2. Arus pertandingan berbalik saat Conte memasukkan Skriniar dan Lautaro. Tak lama setelahnya, Lukaku melewatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan sebelum menjadikannya 2-2 beberapa saat kemudian, berkat umpan cermat dari Sanchez. Inter semakin mengganas dan bermain menyerang saat Ranocchia melewatkan peluang berikutnya untuk mencetak gol ketiga. Arah pertandingan telah berubah total dengan Inter sekarang berada dalam kendali penuh.

Para pemain pengganti membawa angin segar dengan Nerazzurri terus mengejar gol ketiga. Pada menit ke-82, Hakimi dijatuhkan oleh Nkoulou di dalam kotak penalti. Pemain asal Maroko itu sempat memulainya dari posisi offside, namun bek asal Torino sempat menyentuh bola sebelum menjatuhkan sang pemain Nerazzurri. La Penna berlari ke layar VAR dan menghadiahkan tendangan penalti. Lukaku menjadi algojo dan membuat Sirigu melompat ke arah yang salah dan mengubah skor menjadi 3-2. Pada menit ke-90, Lautaro menambahkan gol keempat berkat umpan mematikan dari Lukaku dari sisi kiri. Dari skor 0-2 berubah menjadi 4-2, Inter menunjukkan karakter, keinginan, dan tekad untuk meraih tiga poin penting.

INTER 4-2 TORINO 

INTER (3-4-1-2): 1 Handanovic; 33 D'Ambrosio (37 Skriniar 65'), 13 Ranocchia (6 de Vrij 74'), 95 Bastoni; 2 Hakimi, 5 Gagliardini (10 Lautaro 65'), 22 Vidal, 15 Young (14 Perisic 74'); 23 Barella; 9 Lukaku, 7 Sanchez (44 Nainggolan 86').
Pemain Pengganti: 35 Stankovic, 97 Radu, 24 Eriksen, 36 Darmian, 42 Moretti, 46 Vezzoni, 51 Wieser.
Pelatih: Antonio Conte.

TORINO (3-5-2): 39 Sirigu; 3 Bremer, 4 Lyanco, 33 Nkoulou; 17 Singo, 23 Meité, 88 Rincon (20 Edera 85'), 77 Linetty, 15 Ansaldi; 24 Verdi (26 Bonazzoli 42'), 11 Zaza (22 Millico 93').
Pemain Pengganti: 25 Rosati, 32 Milinkovic-Savic, 5 Izzo, 6 Segre, 9 Belotti, 13 Rodriguez, 29 Murru, 96 Kryeziu, 99 Buongiorno.
Pelatih: Francesco Conti.

Pencetak Gol: 47' Zaza (T), 62' pen. Ansaldi (T), 64' Sanchez (I), 67' and 84' pen. Lukaku (I), 90' Lautaro (I)
Kartu Kuning: Verdi (T), D'Ambrosio (I), Bastoni (I), Young (I), Singo (T)
Tambahan Waktu: 2' - 5'.

Wasit: La Penna.
Asisten: Cecconi, Di Vuolo.
Ofisial Keempat: Pasqua.
Operator VAR: Abisso.
Asisten VAR: Galetto.


Versión Española  Versione Italiana  English Version  日本語版  中文版 

Tag: serie a
Load More