Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa"

PINAMONTI DAN GOL PERDANANYA BAGI INTER: "LUAR BIASA"

Pertama Scudetto, kemudian satu gol: kutipan dari sang penyerang muda Italia

MILAN – Matanya berkilau, dia dipeluk oleh rekan setimnya dan ditepuk punggungnya, air mata hampir membasahi wajahnya. Andrea Pinamonti dan Inter: sebuah kisah yang dapat ditelusuri kembali ke masa kecil anak muda Italia yang lahir di Cles pada tahun 1999. Memulai dari Elite Academy hingga debutnya pada 8 Desember 2016, ketika ia tampil di Europa League melawan Sparta Praha di usia 17 tahun. Dia membuat lima penampilan dalam dua musim; kemudian, dia bermain untuk Frosinone dan Genoa sebelum kembali ke rumah. Dan hari ini, pada penampilan kedelapannya dalam balutan seragam Inter, ia mencetak gol pertamanya untuk Klub. Penyelesaiannya pun indah dan menjadi gol keempat tim saat melawan Sampdoria.

Sebuah momen tak terlupakan yang dicoba digambarkannya setelah pertandingan: “Luar biasa, itu sebuah hal yang jelas untuk dikatakan, tetapi memang begitu. Luar biasa rasanya bisa memenangkan Scudetto, tetapi untuk bisa tergabung dalam daftar pencetak gol melengkapi tahun yang fantastis. Ada begitu banyak juara dan pemimpin dalam kelompok yang fantastis ini. Saya pikir ini adalah tahun di mana saya paling berkembang, meskipun faktanya saya bermain lebih sedikit. Ini dikarenakan saya bersama para juara ini. Betul-betul tahun yang luar biasa.”

Dia juga mengomentari pelukannya dengan Skriniar: "Sebelum memasuki lapangan, saya akan mengatakan kepadanya bahwa saya merasa akan mencetak gol, dan dia berjanji akan memberi saya pelukan khusus.”

Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa" Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa" Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa" Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa" Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa" Pinamonti dan Gol Perdananya Bagi Inter: "Luar biasa"


Versión Española  English Version  Versione Italiana  中文版  日本語版 

Inter-Sampdoria, le interviste a Radu, Gagliardini e Pinamonti

Load More