Sejarah Euro: 7 Pemain Nerazzurri yang Memenangkannya

SEJARAH EURO: 7 PEMAIN NERAZZURRI YANG MEMENANGKANNYA

Mulai dari lemparan koin Facchetti hingga perjuangan Karagounis bersama Yunani: berikut kisah kejayaan Inter di kompetisi kontinental

Pertandingan akan berlangsung dini hari besok, di Roma: pukul 02:00 WIB, Euro 2020 dimulai (walaupun dihelat pada 2021). Euro yang ditunggu-tunggu, yang mundur setahun karena pandemi, telah berada di depan mata kita. Italia asuhan Roberto Mancini akan memainkan pertandingan pembuka (dimulai dengan upacara pembukaan) di Roma besok dini hari, melawan Turki di Grup A. Delapan pemain Inter akan menjadi bagian dari kompetisi ini, yang masing-masing memiliki tujuan bersama tim nasional negaranya untuk menaklukkan Eropa, yang - bagi banyak dari mereka - akan menjadi prestasi bersejarah.

Bastoni dan Barella akan bermain untuk Italia, Stefan de Vrij mewakili Belanda, Romelu Lukaku adalah penyerang utama Belgia serta Inter, Milan Skriniar akan bermain untuk Slovakia, sang kapten Christian Eriksen untuk Denmark dan Kroasia mengandalkan pasangan Inter; Brozovic dan Perisić.

Turnamen ini telah berlangsung sebanyak 15 kali, yang pertama diadakan di Prancis pada tahun 1960, dengan jajaran Hall of Fame diisi oleh: Jerman dan Spanyol dengan tiga, Prancis dengan dua dan Italia, Uni Soviet, Cekoslowakia, Belanda, Denmark, Yunani serta Portugal (petahana) satu gelar.

Tujuh pemain telah mengangkat trofi Kejuaraan Eropa ini saat bermain untuk Inter. Tujuh pemain Nerazzurri sang Juara Eropa: Luis Suarez (pada 1964, bersama Spanyol), Facchetti, Burgnich, Domenghini dan Mazzola (bersama Italia, 1968), Laurent Blanc (bersama Prancis, 2000) dan Giorgos Karagounis (bersama Yunani, 2004).

1964 | SUAREZ: JUARA EROPA DUA KALI PADA TAHUN YANG SAMA

Sebuah kisah tentang sepak bola-politik: Spanyol, pada tahun 1960, ditolak masuk ke Moskow untuk menghadapi Uni Soviet. Empat tahun kemudian, Spanyol sendiri menjadi tuan rumah Euro. Pertunjukan di lini tengah dijalankan oleh para pemain Iberica; Luisto Suarez, yang sudah menjadi pemenang Golden Ball pada tahun 1960 dan baru saja merengkuh gelar Juara Eropa, setelah memenangkan Piala Eropa pertama bersama Inter pada 27 Mei dengan kemenangan 3-1 di Wina. Segera setelah itu, Suarez akan menjadi juara Eropa dengan kesempatan kedua. Spanyol pertama kali mengalahkan Hongaria 2-1 di semifinal, kemudian di Bernabéu - di hadapan 79 ribu penonton, termasuk Jenderal Franco - mereka mengalahkan tidak lain Uni Soviet. Skor berakhir 2-1, berkat gol kemenangan Marcelino.

Suarez, bagian dari Team of the Tournament, kemudian melengkapi treble luar biasa dari kejayaan Eropa, memenangkan Piala Eropa lagi bersama Inter pada tahun 1965.

Luis Suarez

1968 | ITALIA MENDOMINASI EROPA, BERKAT LEMPARAN KOIN

Pada tahun 1968, Italia menjadi tuan rumah ajang Euro. Atau, lebih tepatnya, final (semifinal di Florence dan Naples, final di Roma). Pada babak perempat final, Azzurri asuhan Valcareggi mengalahkan Bulgaria dalam gelaran dua leg. Untuk skuat Italia, empat pemain Inter dipanggil: Giacinto Facchetti, Tarcisio Burgnich, Angelo Domenghini dan Sandro Mazzola. Aristide Guarneri baru saja memainkan musim pertamanya di Bologna, setelah meraih kemenangan bersama Nerazzurri.

Pada tanggal 5 Juni, semifinal berlangsung di San Paolo: Italia dan Uni Soviet bermain imbang 0-0, dengan penalti bukan bagian dari format: tim finalis akan ditentukan dengan melalui cara lemparan koin. Wasit asal Jerman; Tschenscher memanggil para kapten, dengan Giacinto Facchetti dari Italia ditugaskan untuk memilih "kepala atau ekor". Lemparan pertama oleh wasit, di ruang ganti, dibatalkan: koin frank asal Prancis jatuh ke celah di lantai. Facchetti memilih kepala untuk kedua kalinya, pilihan keberuntungan yang membawa Italia ke final melawan Yugoslavia.

Pada laga pertama, 8 Juni, pemain Nerrazzuri; Domenghini yang menyelamatkan Italia, setelah mereka sempat tertinggal 1-0. Pertandingan ini berakhir dengan hasil seri, kali ini berlaku dua leg. Jadi, dua hari kemudian, kedua tim kembali bertanding di Stadio Olimpico, Roma. Keempat pemain Inter, termasuk Mazzola, dimanikan: Italia menang dengan skor 2-0, berkat gol-gol dari Riva dan Anastasi. Azzurri memenangkan gelar juara pertama Eropa mereka - dan masih satu-satunya hingga kini-.

2000 | AZZURRI PATAH HATI, PERANCIS ASUHAN BLANC MENANG LEWAT GOLDEN GOAL

Luar biasa, hingga hari ini, kilas balik. Laga final tahun 2000 tetap menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah tim nasional Italia. Tim nasional Italia asuhan Dino Zoff, dengan hanya satu pemain Nerazzurri, Gigi Di Biagio, dan dengan kiper masa depan Inter Francesco Toldo di antara pilar gawang. Kejuaraan Eropa tersebut diadakan di Belgia dan Belanda, edisi pertama dari format Kejuaraan yang diadakan di dua negara sebagai tuan rumah. Italia lolos ke babak semifinal dengan cara yang ikonis, dengan Toldo sebagai pahlawan dalam pertandingan melawan Belanda. Pada laga final, di Rotterdam, Azzurri memimpin melalui Delvecchio. Namun patah hati terjadi pada menit ke-90, dengan gol penyama kedudukan Wiltord. Pada masa perpanjangan waktu, gol emas Trezeguet mengandaskan harapan Azzurri dan sekaligus menjadikan Prancis sebagai juara dunia, juga ke puncak Eropa.

Merekalah tim Prancis, yang dilatih oleh Lemerre, dengan Laurent Blanc di jantung pertahanan. Setelah absen di final Piala Dunia karena skorsing, bek yang tiba di Inter pada 1999 itu menjadi bintang sepanjang Kejuaraan Eropa; dia menjadi bagian dari Team of the Tournament. Prancis juga saat itu memiliki eks pemain Nerazzurri dalam barisan mereka: Youri Djorkaeff, yang pindah ke Kaiserslautern pada musim panas sebelumnya.

2004 | CERITA DONGENG LUAR BIASA KARAGOUNIS BERSAMA YUNANI

Mungkin itu menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola. Portugal menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2004 dan menjadi favorit. Mereka kemudian kalah di pertandingan pembuka: 2-1, melawan Yunani. Pemain Nerazzurri Karagounis, berhasil mengemas gol, meski menghabiskan dua tahun di Inter dari 2003 hingga 2005 tanpa mencetak gol, terlepas dari beberapa kemampuan berkualitas sepak bola yang ia tunjukkan.

Hasil akhir Kejuaraan Euro seperti sudah ditentukan sejak pertandingan pertama. Yunani asuhan Otto Rehhagel keluar dari grup dengan menempati peringkat kedua, kemudian menyingkirkan Prancis dan Republik Ceko. Masing-masing 1-0, 1-0 dan... kembali dengan hasil 1-0 di babak final melawan Portugal, dengan gol tercipta dari Charisteas. Karagounis melewatkan final karena skorsing, namun tetap berhasil menjadi Juara Eropa.


Versione Italiana  日本語版  English Version  Versión Española  中文版 

Load More