Dari Sarajevo ke Milan: perjalanan Edin Dzeko

DARI SARAJEVO KE MILAN: PERJALANAN EDIN DZEKO

Sang striker adalah pemain Bosnia pertama yang berkostum Nerazzurri

Orang menjulukinya 'Kloc'. Tiang lampu. Julukan ini muncul ketika dia bermain untuk Zeljeznicar, di Sarajevo. Dia masih kanak-kanak dan, bersama ayahnya, dia naik bus dua kali kemudian naik trem untuk menuju ke tempat latihan setiap hari. Dia jangkung dan bermain sebagai gelandang saat itu. Lebih dari sekadar tiang lampu, dia adalah angsa. Angsa dari Sarajevo.

Edin hanya ingin bermain sepak bola. Namun, sirene pengeboman merampas keceriaan dan kedamaian masa kanak-kanak darinya dan teman-temannya. Bagi mereka, semuanya dirobek oleh perang. Tentunya ini adalah sesuatu yang tidak pernah dilupakan oleh striker Bosnia yang lahir di Sarajevo tanggal 17 Maret 1986 ini.

Kita semua punya impian ketika masih kecil. Impian Edin hanyalah agar bisa bermain sepak bola tanpa khawatir harus bersembunyi ketika sirene berbunyi. Dia juga ingin membuat ayahnya bangga dengan menjadi pemain sepak bola.

Dia berhasil dalam misi tersebut – bahkan lebih dari itu. Setelah beberapa musim di Usti Nad Labem dan Teplice di Republik Ceko, tahun 2007 dia bergabung dengan Wolfsburg di Jerman. Pada musim 2008/09 dia berhasil membawa Wolfsburg meraih gelar juara liga mereka yang pertama dan satu-satunya, serta menutup Bundesliga sebagai top scorer dengan 26 gol.

Edin kemudian pindah ke Manchester City dan bersinar di Premier League, ketika dia mencetak gol pada menit ke-92 untuk menyamakan kedudukan saat City mengalahkan QPR pada hari terakhir musim untuk merebut gelar juara liga mereka yang pertama dalam 44 tahun. Gelar berikutnya berhasil diraih dua tahun kemudian.

Setelah bergabung dengan Roma tahun 2015, dia menutup musim 2016/17 sebagai top scorer di Serie A dengan 29 gol dan mencatat 119 gol dalam 260 laga di semua kompetisi untuk Giallorossi.

Dzeko adalah pemain Bosnia dengan catatan gol terbanyak sepanjang masa, dengan 59 gol dalam 114 penampilan, dan membawa negaranya lolos ke turnamen besar pertama mereka, Piala Dunia 2014.

Dua ucapannya yang paling sering dia sampaikan adalah “Saya tidak suka hal-hal yang mudah” dan “Sepak bola tidak pernah cukup bagi saya”. Sekarang Edin akan mempersembahkan seluruh semangat dan kemampuannya kepada Inter sebagai pemain Bosnia pertama yang bermain untuk klub kita. Kami semua mendoakan yang terbaik untuk petualangan barunya dengan seragam Nerazzurri.

#WelcomeEdin


Versión Española  Versione Italiana  English Version  日本語版 

Load More