HELLAS VERONA 1-3 INTER: DEBUT IMPIAN BAGI CORREA

Nerazzurri bangkit dari ketinggalan satu gol melalui Martinez dan debutan Correa untuk meraih tiga poin penuh

1/51
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa
Hellas Verona 1-3 Inter: debut impian bagi Correa

VERONA - Bukan pertama kalinya ini terjadi. Coba ingat lagi Alvaro Recoba ketika melawan Brescia, Christian Vieri melawan Verona, Giampaolo Pazzini melawan Palermo. Pemain yang melakoni debut untuk Nerazzurri dan tidak hanya mencetak satu gol, tapi dua. Tiga angka pun dibawa pulang.

Persis seperti ini kisah Joaquin 'El Tucu' Correa bersama Inter dimulai. Dengan cara paling luar biasa. Dia masuk untuk menjalani debutnya pada menit ke-74, mencetak gol pertamanya pada menit ke-83, dan menyempurnakannya dengan gol kedua pada menit ke-94. Dalam periode dua puluh menit tersebut keadaan berbalik, setelah harus mengejar ketinggalan satu gol yang dicetak Ivan Ilic dan membawa tuan rumah unggul di babak pertama. Lautaro Martinez menyamakan kedudukan bagi Inter di awal babak kedua, kemudian saatnya Two-cu. Sungguh mengesankan bagi seorang pemain yang baru bergabung dengan Inter hari Kamis untuk langsung menjadi bintang dalam laga tersebut.

Bukan hanya Correa yang memenangkan pertandingan. Arturo Vidal memainkan peran penting dalam terciptanya gol kedua setelah masuk sebagai pengganti, lalu umpan silang Matteo Darmian yang disundul oleh Correa di kotak penalti juga sangat cantik. Ini adalah penampilan lengkap dari sebuah tim yang sudah mengamankan enam poin, mencetak tujuh gol, dan baru kebobolan satu gol saat kita memasuki jeda internasional.

Sebelas pemain yang turun di awal untuk laga kedua Inter musim ini sama dengan pekan lalu di San Siro, kecuali Martinez yang masuk menggantikan Stefano Sensi untuk mendampingi Edin Dzeko di depan. Correa duduk di bangku cadangan karena baru saja tiba di klub 24 jam sebelumnya. Verona, yang kalah dari Sassuolo pada akhir pekan lalu, tampil dengan formasi 3-4-2-1 dengan pemain muda Matteo Cancellieri  tampil sebagai ujung tombak. 

Inter memahami bahwa Verona adalah tim yang suka menekan dan bermain dengan tempo tinggi, jadi Nerazzurri mengawali pertandingan dengan langsung menyerang. Seperempat jam pertama memperlihatkan talenta yang dimiliki tim Simone Inzaghi. Ivan Perisic bermain bagus di sayap kiri, ada pemain berkecepatan tinggi di depan, dan penguasaan bola yang dominan di wilayah pertahanan lawan. Peluang pertama Lautaro diraih pada menit ke-12, tapi Montipò melakukan penyelamatan bagus di tiang dekat.

Namun, awal yang bagus itu tiba-tiba berakhir, ketika pada menit ke-15 Samir Handanovic mengoper bola secara ceroboh dan berhasil dimanfaatkan Ilic dengan melambungkan bola melewati kiper Nerazzurri tersebut dengan kaki kirinya sekaligus membawa timnya unggul.

Meskipun Verona memimpin, Nerazzurri tidak segera bangkit. Inter tidak mampu keluar dari tekanan tim asuhan Eusebio Di Francesco, dan saat mereka mampu melakukannya adalah melalui serangan balik yang berakhir dengan sundulan melebar dari Niccolo Barella. Verona hampir menggandakan keunggulan mereka pada akhir babak pertama, ketika Mattia Zaccagni kembali merebut bola liar yang tidak mampu dimanfaatkannya karena tendangannya terlalu tinggi di atas mistar gawang.

Kedua tim memulai babak kedua tanpa perubahan pemain, dan Inter mengawali dengan upaya yang sama dengan babak pertama. Kali ini mereka berhasil. ‘El Toro’ Martinez tampil membawa inspirasi bagi Nerazzurri di bawah Inzaghi. Gol yang menyamakan kedudukan tercipta tidak lama setelah babak kedua dimulai dengan aksi yang terus-menerus menyulitkan Verona di sepanjang babak kedua. Lemparan ke dalam yang jauh dari Perisic, diteruskan oleh Dzeko ke arah Lautaro, yang menyundul bola melewati Lorenzo Montipò dari jarak dekat. Delapan menit kemudian, aksi yang sama hampir saja menghasilkan gol kedua Martinez, tapi kali ini tembakannya melebar.

Verona terguncang, tapi tidak tumbang. Inter semakin mengancam, tapi masih belum mampu mengalirkan bola dengan lancar. Lautaro menyangka dia mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran oleh Martin Hongla, tapi Gianluca Manganiello tidak setuju, dan VAR sependapat. Peluang terbaik Inter diraih pada menit ke-67 ketika tendangan kaki kiri Alessandro Bastoni dari luar kotak penalti berhasil ditepis ke luar lapangan oleh kiper Hellas.

Meskipun demikian, Inzaghi membuat perubahan yang memberikan energi baru kepada Inter. Vidal masuk dan menambah kecepatan di lapangan tengah, dan dia berperan penting dalam gol yang membawa Nerazzurri unggul. Dia mengirim umpan kepada Darmian yang secara gemilang tidak saja mampu menjaga bola tidak keluar lapangan, tapi juga mengirim umpan silang. Umpan yang sangat apik. Bola melengkung ke tengah kotak penalti, dan di sana sudah menanti... Tucu Correa! 

Striker Argentina itu baru berada di lapangan selama sembilan menit, dan dalam debutnya ini dia melakukan lompatan tinggi untuk dengan akurat menyundul bola ke dalam gawang, sekaligus membuat Inter berbalik unggul. Gol yang luar biasa, dan ini adalah gol pertama yang dicetaknya lewat sundulan selama bermain di Italia. Kali terakhir dia menciptakan gol lewat sundulan adalah ketika dia masih di Sevilla.

Gol tersebut tampaknya memupuskan harapan Verona untuk memenangi laga, dan memang mereka tampil lebih statis di babak kedua. Saat mereka berusaha menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan dan Inter bertahan mati-matian, Tucu kembali beraksi. Pada menit ke-94, hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir, dia mengontrol bola dengan sempurna di pinggir kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke pojok gawang. Kedudukan berubah menjadi 3-1 dan pertandingan pun berakhir. 

Tucu dipeluk oleh seluruh tim, termasuk sang pelatih, Inzaghi, saat dia merayakan apa yang paling pas digambarkan sebagai debut impian.

HELLAS VERONA 1-3 INTER (HT 1-0)

Pencetak gol: 15' Ilic (HV), 47' Lautaro (I), 83' Correa (I), 94' Correa (I)

HELLAS VERONA (3-4-2-1): 96 Montipò; 23 Magnani (27 Dawidowicz 75'), 21 Gunter, 17 Ceccherini (16 Casale 53'); 5 Faraoni (31 Sutalo 75'), 78 Hongla (61 Tameze 75'), 14 Ilic, 8 Lazovic; 7 Barak, 10 Zaccagni; 18 Cancellieri (11 Lasagna 62').

Cadangan tak terpakai: 1 Pandur, 22 Berardi, 9 Kalinic, 24 Bessa, 30 Frabotta, 32 Ragusa, 99 Simeone.

Pelatih: Eusebio Di Francesco.

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 37 Skriniar, 6 de Vrij, 95 Bastoni; 36 Darmian, 23 Barella, 77 Brozovic (22 Vidal 66'), 20 Calhanoglu (8 Vecino 87'), 14 Perisic (32 Dimarco 66'); 9 Dzeko (12 Sensi 87'), 10 Lautaro (19 Correa 74’).

Cadangan tak terpakai: 21 Cordaz, 97 Radu, 2 Dumfries, 11 Kolarov, 13 Ranocchia,  33 D'Ambrosio, 48 Satriano.

Pelatih: Simone Inzaghi.

Kartu kuning: Magnani (HV), Lautaro (I), Brozovic (I), Tameze (HV)

Waktu tambahan: 1' - 4'.

Wasit: Manganiello.

Asisten: Alassio, Mondin.

Ofisial keempat: Giua.

VAR: Irrati.

Asisten VAR: Rapuano.


日本語版  English Version  Versione Italiana  中文版  Versión Española 

Tag: serie a
Load More