Inter Hall of Fame 2021: kandidat penyerang

INTER HALL OF FAME 2021: KANDIDAT PENYERANG

Siapa striker keempat yang masuk Inter Hall of Fame?

Ada 31 pilihan, dan masing-masing punya alasan bagus untuk dipilih. Tentu saja kita bicara tentang striker yang berpeluang masuk Inter Hall of Fame, dengan fase pemungutan suara yang saat ini tengah berjalan. Mereka akan bersaing untuk bergabung dengan pemain seperti Ronaldo, Giuseppe Meazza, dan Diego Milito, yang selamanya akan menjadi legenda Inter.

HALL OF FAME: KLIK DI SINI UNTUK MEMILIH

Para kandidat melintasi setiap era dalam sejarah klub, dan mereka semua meninggalkan jejak yang sangat berkesan di Inter.

Bisakah Samuel Eto’o mengikuti Milito? Meskipun striker Kamerun ini hanya bermain di klub selama dua musim, dia mengemas 53 gol dalam 102 penampilan dan memainkan peran penting dalam laga krusial di Champions League melawan Chelsea dan Barcelona pada tahun 2010.

Namun, masih banyak pilihan lain. Kita mundur sejenak untuk mengenang sejumlah pemain yang menjadikan daya serang Inter salah satu yang terbaik di Eropa. Mereka antara lain Adriano sang “Kaisar”, yang bukan saja seorang pemain kelas dunia, tapi juga dikagumi oleh para fans yang selalu mendukungnya. Kemudian ada Christian Vieri, pencetak gol terbanyak kesembilan dalam sejarah klub dengan torehan 123 gol. Pasangan setianya selama bertahun-tahun, Alvaro Recoba, yang sering kali membuat keajaiban dengan kaki kirinya, juga masuk daftar calon. Argentina diwakili dua pemain dari tim pemenang Scudetto dan Coppa Italia tahun 2000-an: Julio Cruz dan Hernan Crespo.

Meskipun Ronaldo adalah raja pada akhir tahun 1990-an, tapi justru Ivan Zamorano sebagai pasangannya yang mencetak gol pembuka pada all-Italian final UEFA Cup di Paris tahun 1998. Marco Branca dan Maurizio Ganz menjadi ujung tombak Nerazzurri sebelum duo Amerika Selatan tersebut, sementara Ruben Sosa dan Dennis Bergkamp tampil saat Inter menjuarai UEFA Cup tahun 1994. Sebelumnya, Jurgen Klinsmann bergabung dengan Inter sebagai juara bertahan dan membawa klub menjuarai UEFA Cup untuk pertama kalinya tahun 1992.

Tentunya ada tempat untuk Aldo Serena, yang jadi bagian dari tim Inter pemecah rekor tahun 1988/89. Alessandro Altobelli, top scorer kedua di klub setelah Meazza, juga perlu dipertimbangkan, dengan torehan golnya antara tahun 1977 dan 1988 yang membantu Nerazzurri meraih Scudetto satu kali dan Coppa Italia dua kali. Sang striker akan selalu dikenang dengan golnya saat Italia menjuarai Piala Dunia 1982, tapi apakah 209 gol untuk Inter bisa memasukkannya ke Hall of Fame?

Sebelumnya lagi, Roberto Boninsegna, Jair da Costa, Istvan Nyers, dan Benito Lorenzi adalah pemain dengan ciri khas masing-masing, tapi ketajaman mereka di depan gawang ikut mewarnai berbagai periode dalam sejarah klub. Bersama Pietro Anastasi, Carlo Muraro, Angelo Domenghini, keempat pemain tadi berpeluang untuk mendapat tempat di Hall of Fame. Catatan 143 gol Lorenzi untuk Inter menempatkannya pada posisi keenam pencetak gol terbanyak, sementara Nyers yang luar biasa berada tepat di bawahnya pada posisi ketujuh dengan torehan 133 gol dalam 182 penampilan membela klub. Permainan hebat Jair di sayap membantu Inter menjuarai Piala Eropa untuk kedua kalinya, dan pemain Brazil tersebut mencetak gol penentu kemenangan dalam laga final tahun 1965. Catatan 173 gol Boninsegna untuk Nerazzurri antara tahun 1969 dan 1976 menempatkannya pada posisi ketiga dalam deretan pencetak gol terbanyak. 

Gino Armano, Mauro Bicicli, Renato Cappellini, Leopoldo Conti, Pietro Ferraris II, Umberto Guarnieri, dan Umberto Visentin III adalah beberapa nama yang berasal dari masa-masa awal klub, tapi tiga di antaranya layak dipertimbangkan. Luigi Cevenini III adalah penyerang haus gol yang mengemas 158 gol dalam 190 penampilan, dan dia menduduki posisi kelima dalam daftar pencetak gol. Ermanno Aebi juga berada di sepuluh besar dengan 106 gol dalam hanya 142 laga. Terakhir, kacamata Annibale Frossi tercatat di dalam sejarah, seperti halnya raihan gol yang membantu Italia menjuarai Olimpiade tahun 1936. Sang penyerang kemudian menjadi pelatih sukses dan jurnalis terpandang.


English Version  Versión Española  Versione Italiana 

INTER HALL OF FAME 2021 | FORWARDS

Load More