Inzaghi: "Kami perlu kemenangan ini. Gol Dzeko sangat melegakan"

INZAGHI: "KAMI PERLU KEMENANGAN INI. GOL DZEKO SANGAT MELEGAKAN"

"Lolos ke putaran berikutnya adalah pencapaian besar, tapi perjalanan masih panjang musim ini dan banyak sekali perangkap"

MILAN – Simone Inzaghi mengakui bahwa dia merasa tegang sebelum Edin Dzeko akhirnya memecah kebuntuan pada babak kedua melawan Shakhtar Donetsk.

Pemain Bosnia itu kemudian mencetak gol kedua untuk memastikan kemenangan Inter yang mengantungi sepuluh poin di Grup D – cukup untuk mengantarkan Nerazzurri ke babak gugur.

“Kami memerlukan kemenangan ini,” ujar sang boss setelah peluit akhir. “Kami menciptakan banyak sekali peluang pada babak pertama tapi tidak mampu mencetak gol. Ketegangan makin terasa, jadi gol Dzeko sangat melegakan. Itulah sebabnya saya melakukan selebrasi seperti itu!"

“Kalau kami lolos ke putaran berikutnya, ini akan jadi pencapaian besar. Ini adalah salah satu yang saya bicarakan dengan pihak manajemen ketika menandatangani kontrak. Kami harus menunggu karena sepak bola adalah permainan yang aneh, tapi biasanya sepuluh poin sudah cukup untuk membawa kami lolos."

“Kami kembali menampilkan permainan gemilang, hanya dua hari setelah laga sebelumnya, yang sangat menguras kami secara mental dan fisik."

"Penampilan kami saat ini cukup baik, tapi masih banyak laga yang harus dimainkan dan juga banyak bahaya. Kami telah memenangi dua laga kunci, tapi kami harus terus berusaha karena masih banyak yang harus kami kerjakan. Saya sudah menyampaikan ide-ide saya kepada para pemain dan mereka menerimanya. Kami memainkan sepak bola yang ciamik dan punya serangan terbaik di Serie A, meskipun kami juga banyak kehilangan poin sejauh ini." 

“Sekarang saya ingin agar para pemain yang belum banyak tampil bisa mengimbangi pemain lain karena mereka semua adalah pemain hebat dan saya tidak mau ada yang tertinggal.”

Terakhir, Inzaghi menyampaikan pendapatnya tentang Ivan Perisic, setelah pemain Kroasia tersebut kembali tampil luar biasa. 

“Ivan bermain sangat bagus. Saya harus menghadapi dia sebagai lawan selama empat tahun, dan dia selalu menjadi masalah, pertama sebagai pemain sayap bersama [Luciano] Spalletti kemudian sebagai wing-back di bawah [Antonio] Conte. Hal pertama yang melintas di pikiran saya ketika baru bergabung adalah bahwa dia akan menjadi aset yang fantastis – memang benar, tanpa keraguan. Dia harus terus bekerja keras, seperti rekan-rekannya yang lain.”


Versión Española  English Version  Versione Italiana  中文版 

Load More