INTER MENGGILAS ROMA 3-0

Nerazzurri mengantongi tiga poin melalui gol-gol dari Calhanoglu, Dzeko, dan Dumfries

1/27
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images
Inter menggilas Roma 3-0 - FC Internazionale Milano via Getty Images

ROMA - Inter menang meyakinkan 3-0 atas Roma hari Sabtu malam melalui penampilan memukau di Stadio Olimpico. Edin Dzeko kembali ke ibu kota dengan gembira, setelah mengemas banyak gol selama bersama Giallorossi, dia mencetak gol kedua dalam laga malam ini.

Saat ini Nerazzurri hanya tertinggal satu poin dari rival sekota mereka di klasemen setelah memainkan 16 laga. Hasil positif menjelang laga krusial di Grup D Champions League di Madrid, sebuah laga yang akan memutuskan apakah Inter atau Real yang menduduki posisi teratas. 

Laga Roma v Inter ini tentunya mengandung unsur nostalgia. Simone Inzaghi dan Joaquin Correa kembali ke rumah lama mereka ketika memperkuat Lazio, sementara Edin Dzeko kembali ke tempat yang dipenuhi kenangan bahagia setelah mengemas lebih dari 100 gol untuk Giallorossi. Tentu saja, Jose Mourinho – menghadapi klub yang dibawanya meraih treble tahun 2010. Namun, terlepas dari semua sentimen tersebut, Inter punya tugas yang harus ditunaikan – harus melanjutkan perjuangan meraih gelar liga sambil tetap memperhatikan pertandingan melawan Real Madrid hari Selasa.

Laga praktis usai sebelum babak pertama berakhir. Roma tidak mampu mengancam Inter pada babak kedua, dan satu-satunya kekurangan adalah cedera yang dialami Correa. Calhanoglu membuka keunggulan melalui gol dari sepak pojok, kemudian Edin Dzeko menggandakan keunggulan tim tamu dengan menyelesaikan rangkaian 20 umpan bersama rekan-rekan satu timnya. Denzel Dumfries melengkapi skor dengan gol pertamanya untuk klub menjelang babak pertama berakhir. Secara keseluruhan, laga ini memang berjalan berat sebelah.

Inzaghi memilih untuk memainkan Danilo D'Ambrosio mendampingi Alessandro Bastoni di barisan pertahanan, menempatkan Nicolo Barella di lapangan tengah, dan kembali menurunkan duet Joaquin Correa dan Dzeko sebagai penyerang. Roma asuhan Mourinho kehilangan banyak pemain penting seperti Lorenzo Pellegrini, Rick Karsdorp, Tammy Abraham, dan Stephan El Shaarawy. Pelatih asal Portugal ini menurunkan formasi 3-5-2 dengan Roger Ibanez dan Matias Vina di sayap dan Chris Smalling di jantung pertahanan.

Awal laga berlangsung terbuka, dan Inter mampu merangkai umpan dengan apik sementara Roma lebih memilih untuk bermain dengan umpan-umpan langsung ke depan melalui Vina dan Nicolo Zaniolo yang menebar ancaman. Namun, Inter unggul setelah laga berjalan 15 menit. Hakan Calhanoglu, yang sedang berada dalam performa terbaiknya, berhasil menaklukkan Rui Patricio dengan sepak pojok melengkung yang luput dari hadangan kiper asal Portugal tersebut. Ini menjadi pukulan bagi Roma, tapi menjadi dorongan tambahan bagi Nerazzurri untuk terus menyerang. Tim Simone Inzaghi tampil memukau dengan pengendalian tempo permainan yang sempurna. 

Setelah gol pertama pada menit ke-15, Dzeko mencetak gol kedua pada menit ke-24 yang semakin meruntuhkan semangat Roma. Pemain Bosnia ini menuntaskan kerja sama tim yang melibatkan 20 umpan, dan Calhanoglu menyodorkan umpan matang kepada Dzeko yang melepaskan tembakan kaki kiri sempurna ke gawang lawan. Pemain berusia 35 tahun ini hampir saja mencetak gol keduanya beberapa menit kemudian, tapi Patricio berhasil menggagalkannya. 

Roma hanya mampu melancarkan serangan balik, dan Inter beberapa kali lengah sehingga Giallorossi sempat menciptakan sejumlah peluang. Pada menit ke-37, Dumfries melakukan intervensi vital untuk menghadang bola tembakan Vina, dan dua menit kemudian dia berhasil mencetak gol perdananya untuk Nerazzurri. Assist kali ini disumbangkan oleh Bastoni yang bermain efektif, yang melesat di sayap kiri dan mengirim umpan matang kepada Dumfries yang menyundul bola ke dalam gawang. Babak pertama, 3-0, tugas selesai.

Babak kedua menjadi latihan untuk menguasai bola, membendung Roma, dan memastikan mereka tidak bisa memperkecil ketinggalan. Tim tuan rumah sudah kehabisan ide dan tidak mampu mengancam pertahanan Inter. Marcelo Brozovic menunjukkan kemampuannya mengendalikan permainan dari tengah lapangan dengan mengatur tempo permainan timnya secara mengesankan.

Satu-satunya harapan Roma terbit ketika bola tembakan Zaniolo menggetarkan jala gawang bagian luar, yang sempat membuat fans yang hadir di Olimpico menyangka bahwa bola masuk. Bagi Inter, satu-satunya kekurangan dari kemenangan hari Sabtu malam tersebut adalah cedera yang dialami Correa, yang harus keluar lapangan dengan air mata berlinang. Tim tamu melakukan banyak pergantian pemain untuk menyelesaikan pertandingan. Perhatian mereka sekarang tertuju ke laga hari Selasa malam melawan Real Madrid.

Roma 0-3 Inter (HT 0-3)
Pencetak gol: 15 Calhanoglu (I), 24 Dzeko (I), 39 Dumfries (I)

ROMA (3-5-2): 1 Rui Patricio; 23 Mancini, 6 Smalling, 24 Kumbulla (52 Bove 61); 3 Ibanez, 17 Veretout (62 Volpato 91), 4 Cristante, 77 Mkhitaryan, 5 Vina; 22 Zaniolo, 14 Shomurodov.
Cadangan tak terpakai: 87 Fuzato, 63 Boer, 8 Villar, 13 Calafiori, 19 Reynolds, 21 Mayoral, 42 Diawara, 55 Darboe, 59 Zalewski, 60 Ndiaye. 
Pelatih: José Mourinho.

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 33 D'Ambrosio, 37 Skriniar, 95 Bastoni (32 Dimarco 76); 2 Dumfries, 23 Barella (22 Vidal 59), 77 Brozovic, 20 Calhanoglu (12 Sensi 84), 14 Perisic; 9 Dzeko (8 Vecino 76), 19 Correa (7 Sanchez 59).
Cadangan tak terpakai: 21 Cordaz, 97 Radu, 5 Gagliardini, 10 Lautaro, 43 Cortinovis, 46 Zanotti, 47 Carboni.
Pelatih: Simone Inzaghi.

Kartu kuning: Ibanez (R), Barella (I), Mancini (R), Zaniolo (R)
Wasit: Di Bello.
Asisten: Palermo, Perrotti.
Ofisial keempat: Camplone.
VAR: Massa, Alassio.
 


Versione Italiana  English Version  Versión Española 

Tag: serie a
Load More