Kembali ke Serie A: siap untuk Atalanta v Inter?

KEMBALI KE SERIE A: SIAP UNTUK ATALANTA V INTER?

Statistik dan fakta menjelang kick-off pukul 02.45 Senin dini hari

MILAN – Setelah laga sengit selama 120 menit di ajang Piala Super hari Kamis dini hari saat Inter menumbangkan Juventus untuk merebut trofi, Nerazzurri kembali beraksi hari Senin dini hari. Pasukan Simone Inzaghi akan menyambangi Bergamo untuk menghadapi Atalanta di stadion Gewiss untuk laga yang dijadwalkan mulai pukul 02.45 WIB. Inter saat ini menduduki puncak klasemen dengan 49 poin setelah 20 laga, dengan catatan daya serang terbaik dan pertahanan kedua terbaik (51 memasukkan dan 16 kemasukan). Sementara tim tuan rumah hari Senin nanti telah meraih 41 poin dari 20 laga dan merupakan tim ketiga paling produktif di divisi ini dengan 44 gol.

CATATAN FORM

Ini bisa menjadi kali ketiga satu tim mencetak gol dalam 40 laga Serie A berturut-turut. Inter sudah mencetak 39 gol, hanya kalah dari Juventus pada bulan Desember 2017 (44) dan Maret 2014 (43). Selain itu, Nerazzurri adalah salah satu dari hanya dua tim (selain Bayern Munich) yang selalu mencetak gol dalam semua laga yang dimainkan musim ini di lima liga besar Eropa.

Inter telah meraih sedikitnya 49 poin setelah 20 laga dalam satu musim Serie A untuk kali ketiga sejak sistem tiga angka per kemenangan diperkenalkan – dua musim lainnya adalah 2006/07 (54) dan 2007/08 (50).

Nerazzurri tidak kebobolan dalam empat laga terakhir mereka di Serie A di luar San Siro, sebuah prestasi yang belum pernah mereka lewati sejak sistem tiga poin per kemenangan diperkenalkan (empat nirbobol beruntun dalam laga tandang juga tercatat pada bulan Oktober 1994 dan Januari 2006).

Untuk kali pertama dalam sejarah mereka, Atalanta mencapai 40 poin setelah 20 laga pertama dalam satu musim Serie A (41 pada musim ini). Rekor sebelumnya adalah 36 poin, yang mereka capai musim lalu.

Atalanta sudah menang tiga kali di kandang musim ini serta tiga kali meraih hasil imbang dan tiga kekalahan. Mereka sudah meraih 12 poin di kandang musim ini, setidak-tidaknya lima poin lebih sedikit daripada tim lainnya di delapan besar saat ini.

Setelah meraih enam kemenangan beruntun, Atalanta hanya memenangi satu dari tiga pertandingan terakhir mereka di Liga, yaitu kemenangan 6-2 atas Udinese dalam laga terakhir, serta satu kekalahan dan satu hasil imbang.

HEAD TO HEAD

Inter dan Atalanta sudah saling berhadapan 121 kali di Serie A, dengan keunggulan di pihak Inter, yang mencatat 64 kemenangan berbanding 24 untuk tim dari Bergamo tersebut. Kedua tim sudah meraih 33 hasil imbang.

Inter belum terkalahkan dalam enam laga terakhir di Serie A melawan Atalanta. Empat pertemuan di antaranya berakhir dengan hasil seri, serta dua kemenangan dan tiga nirbobol untuk Inter.

Sejak musim 2017/18, Atalanta gagal mencetak gol dalam lima dari sembilan laga melawan Inter di Serie A, setidak-tidaknya dua lebih banyak daripada catatan mereka melawan tim lain dalam periode itu.

PERTEMUAN SEBELUMNYA DI ATALANTA

Dari delapan laga terakhir yang dimainkan di Bergamo antara Atalanta dan Inter di liga, kedua tim mencatat hasil yang seimbang dengan masing-masing dua kemenangan dan empat hasil seri.

Atalanta belum mengulangi hasil yang salam dalam dua laga beruntun dari sepuluh laga terakhir mereka di kandang melawan Inter di Serie A. Selama periode ini mereka meraih tiga kemenangan, dua kekalahan, dan lima hasil imbang (termasuk laga kandang terakhir melawan Nerazzurri, yang berakhir dengan skor 1-1 pada bulan November 2020).

Inter selalu mencetak gol dalam 22 dari 23 laga tandang terakhir mereka di Serie A melawan Atalanta, kecuali hasil imbang 0-0 pada bulan April 2018. Secara keseluruhan sudah ada 96 gol tandang yang dicetak Inter ke gawang Atalanta. 

STATISTIK UMUM

Inter (603) dan Atalanta (614) mencatat jumlah sentuhan paling banyak di kotak penalti lawan dan telah meraih poin paling banyak dari posisi tertinggal (14 Atalanta, 13 Inter, seimbang dengan Lazio) dari seluruh tim di Serie A.

Nerazzurri membuka keunggulan lebih sering daripada tim lain di Serie A (16) dan merupakan satu-satunya tim yang tidak pernah kalah dalam laga saat mereka mencetak gol lebih dulu (empat kemenangan dari empat laga).

Atalanta dan Inter sit saling bertolak belakang dalam hal ‘Gol yang dicetak melalui bola mati’ di Serie A: Nerazzurri telah mencetak 17 gol dari bola mati di Serie A, lebih banyak daripada tim lain, sementara tim dari Bergamo baru mencetak tiga gol.

Meskipun Inter memiliki daya serang terbaik di liga setelah mengemas 51 gol, Atalanta mencetak gol lebih banyak melalui permainan terbuka (41 kali berbanding Inter 34 kali).

Tim Gasperini kebobolan paling sedikit melalui bola mati di Serie A musim ini (lima) sementara tim Inzaghi kebobolan paling sedikit melalui permainan terbuka (sembilan, sama dengan Napoli).
Atalanta kebobolan melalui sundulan paling sedikit musim ini (satu, sama dengan Venezia), sementara Inter telah mencetak gol sundulan paling banyak (13).

FOKUS PEMAIN

Empat dari sepuluh pemain yang terlibat dalam minimal 13 gol berasal dari Atalanta Atalanta (Duvan Zapata dan Mario Pasalic) atau Inter Milan (Hakan Calhanoglu dan Lautaro Martinez) - semuanya sudah berkontribusi dalam terciptanya 13 gol.

Hakan Calhanoglu dan Luis Muriel mencatat rekor assist per menit terbaik di Serie A (dari pemain yang sudah menyumbangkan minimal empat assist): penyerang Atalanta telah menyumbang satu assist setiap 148 menit, sementara gelandang Nerazzurri mencatat satu assist setiap 166 menit.

Edin Dzeko adalah satu-satunya pemain yang mencetak lebih dari satu gol dengan kaki kanan, kaki kiri, dan kepala si Serie A musim 2021/22. Pemain Bosnia ini telah mencetak tujuh gol ke gawang Atalanta di kasta tertinggi Italia, sehingga Atalanta adalah tim lawan favoritnya selain Bologna.

Lautaro Martinez sudah mencetak tiga gol dalam lima laga melawan Atalanta di Serie A, termasuk satu gol dalam laga pertama dan terakhirnya melawan tim dari Bergamo tersebut.

Milan Skriniar mencetak lima dari sepuluh golnya di Serie A pada musim dingin, dan salah satu gol tersebut dicetaknya melawan Atalanta pada bulan Maret 2021.

Joaquin Correa telah mencetak dua gol dalam tiga laga terakhirnya melawan Atalanta, semuanya ketika memperkuat Lazio.

Satu-satunya gol Nicolo Barella melalui tendangan bebas di Serie A tercipta pada bulan September 2018 melawan Atalanta, saat sang gelandang masih membela Cagliari.

Danilo D'Ambrosio mencetak gol pertamanya di Serie A pada bulan September 2012 melawan Atalanta ketika membela Torino. Pemain bertahan ini juga mencetak gol saat kali terakhir dia turun sejak awal melawan tim dari Bergamo tersebut pada bulan Agustus 2020.

Penampilan berikutnya dari Alessandro Bastoni dan Arturo Vidal akan menjadi penampilan ke-100 dan ke-50 untuk Inter. Pemain yang juga berpotensi mencapai rekor baru jumlah penampilan adalah Samir Handanovic (350), Danilo D’Ambrosio (200), dan Matias Vecino (100).

Roberto Gagliardini memainkan 14 laga pertamanya di Serie A tahun 2016 untuk Atalanta. Selain itu, Bastoni juga melakoni debutnya di kasta tertinggi saat memperkuat tim dari Bergamo tersebut, dengan tujuh penampilan antara tahun 2017 dan 2018.

SEDANG MENJALANI HUKUMAN DAN MENDEKATI HUKUMAN

SEDANG MENJALANI HUKUMAN

Atalanta: -
Inter: -

MENDEKATI HUKUMAN

Atalanta: Demiral
Inter: Lautaro Martinez, Vidal
 


English Version  Versión Española  Versione Italiana 

Tag: statistics
Load More