Perjalanan Caicedo berkeliling dunia dimulai di Guayaquil

PERJALANAN CAICEDO BERKELILING DUNIA DIMULAI DI GUAYAQUIL

Pemain Ekuador pertama dalam sejarah Inter sering mencetak gol pada menit-menit akhir di Lazio

Guayaquil, sebuah kota di Ekuador yang juga dikenal dengan julukan Mutiara Pasifik, adalah titik awal bagi Felipe Caicedo untuk menjelajahi dunia. Dia sudah menambahkan banyak sekali stiker di kopernya: Swiss, Inggris, Portugal, Spanyol, Rusia, Uni Emirat Arab, dan Italia.

Kisah Felipe bermula tahun 1988 di wilayah Guasmo. Guayaquil saat ini adalah destinasi wisata yang semarak, tapi waktu itu tidak banyak yang bisa dilihat. Felipe bermain sepak bola dengan bertelanjang kaki di jalanan. Dia mengabadikan kenangan masa kecil yang sulit melalui sebuah tato: setetes air mata. Sebuah pengingat tentang pengorbanan orang tuanya serta kebanggaan suatu keluarga yang bersatu.

Bayangkan berapa banyak anak berharap untuk menjadi pesepak bola profesional dan berapa banyak jalur untuk mencapainya – atau gagal sama sekali dalam mewujudkannya. Felipe berusaha menggapai mimpinya ketika dia berusia 15 tahun dengan mengikuti acara realita sepak bola di televisi: dia menang dan mendapat hadiah uji coba dengan Boca Juniors. Acara tersebut bernama 'Camino a la Gloria' (Jalan Menuju Kejayaan). Dan jika kejayaan sulit diraih, perjalanannya sudah jelas jadi panjang.

Dari kampung halamannya ke Basel, dari Ekuador ke Swiss. Sebuah kehidupan dengan perspektif baru, dengan segala sesuatu yang berbeda. Felipe terus mengejar mimpinya meskipun merasa rindu pada kampung halaman, dan mulai mengumpulkan pengalaman, lengkap dengan suka dan dukanya: Manchester City, Sporting Lisbon, Malaga, Levante, Moscow, dengan cuaca dingin dan liga baru di Rusia, Uni Emirat Arab, kembali ke Spanyol, dan akhirnya Italia ketika dia bergabung dengan Lazio.

Caicedo langsung berhasil merebut hati fans Biancocelesti, dan mengubah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gol pada menit-menit akhir: "zona Cesarini" menjadi "zona Caicedo". Dari 33 gol yang dia ciptakan untuk Lazio, enam di antaranya tercipta setelah menit ke-90, sementara delapan dicetak setelah menit ke-80. Dia selalu yakin sampai akhir. Pemain Ekuador ini juga merasakan kesuksesan bersama Lazio, di bawah Simone Inzaghi, yang meliputi kemenangan di Coppa Italia, ketika dia mengirim umpan terobosan kepada Joaquin Correa yang berbuah gol dan merebut trofi. Wajah-wajah yang sudah tidak asing.

Dia sudah mencetak 22 gol internasional selama kariernya, termasuk dua gol ke gawang Brasil pada tahun 2011, dan merupakan pencetak gol terbanyak keenam dalam sejarah tim nasional Ekuador.

Kehadiran Caicedo menambah jumlah negara ke dalam daftar yang terwakili di Inter. Dia adalah pemain Ekuador pertama dalam sejarah klub, dan mengubah jumlah kewarganegaraan pemain menjadi 50 – semuanya sudah pernah masuk tim Inter minimal satu kali dalam pertandingan resmi.

Sekarang saatnya untuk menambahkan stiker baru ke koper Felipe, dan kali ini warnanya hitam dan biru


日本語版  Versione Italiana  English Version  Versión Española 

Load More