Skor akhir

10 Mei 2014 20:45

Inter
34' (babak kedua) Hernanes
37' Palacio
34' Icardi
7' Palacio
Lazio
2' Biava
wasit Davide Massa / hakim garis Marzaloni, Cariolato / ofisial ke-4 Liberti / asisten tambahan Bergonzi, De Marco
Saksikan cuplikan
MenitKomentar teks
MenitKomentar teks
Zanetti
9.61
9.61
Samuel
7.9
7.9
Milito
7.6
7.6
Ranocchia
7.57
7.57
Nagatomo
7.31
7.31
Jonathan
6.36
6.36
Palacio
8.58
8.58
Handanovic
8.82
8.82
Kuzmanovic
6.22
6.22
Kovacic
9.34
9.34
Icardi
7.63
7.63
Rolando
7.24
7.24
Taïder
6.32
6.32
Hernanes
7.37
7.37
Peringkat rata-rata7.71
7tembakan tepat sasaran9
2tembakan meleset8
13pelanggaran1
3tendangan sudut8
2offside0
56%penguasaan bola44%
DA IMPLEMENTARE
menang(42)seri(24)kalah(9)

MILAN - Ini adalah kemenangan yang diimpikan oleh para pendukung setia Nerazzurri untuk laga perpisahan Zanetti. San Siro bergemuruh oleh sorak sorai penonton menyambut gol dari Palacio, Icardi, dan Hernanes, tapi gema yang paling membahana adalah ketika sang kapten memasuki lapangan. Peraihan tiga poin yang disaksikan langsung oleh Erick Thohir dan Massimo Moratti mengamankan tiket ke Eropa musim depan. Tapi malam belum larut...

Malam ini benar-benar milik Zanetti - penampilan terakhirnya sebagai seorang pemain di stadion yang menjadi miliknya selama 19 tahun. Setiap detail di Meazza dirancang sedemikian rupa untuk menghormati sang kapten. Mulai dari kaos No. 4 raksasa di tengah lapangan sampai Seragam yang dikenakan tim selama pemanasan sebelum pertandingan, papan LED di pinggir lapangan, serta gambar-gambar di layar raksasa. Para pendukung setia Nerazzurri sangat menikmati saat-saat ini karena hanya ada satu orang kapten, dan 'C'è solo un Capitano!' bergema di Meazza.

Sedangkan untuk pertandingannya sendiri - laga terakhir kedua bagi Inter di musim ini dan sangat penting untuk perebutan tiket ke sepak bola Eropa - Mazzarri memasukkan Kuzmanovic sebagai pengganti Cambiasso yang diskors, satu-satunya perubahan pada line-up. Ranocchia, Samuel, Rolando di lini pertahanan, di lini tengah Kuz diapit oleh Jonathan dan Hernanes di sebelah kanan, dan Kovacic serta Nagatomo di sisi kiri, sementara duo Argentina Palacio dan Icardi di lini depan.

Gema di stadion – yang dipenuhi penonton – terdengar riuh rendah sejak kick-off, tapi sayangnya Lazio mengawali pertandingan dengan semangat tinggi. Biava menyelesaikan sundulan Cana dari jarak dekat sehingga memberikan keunggulan sementara yang mengejutkan bagi tim tamu hanya dalam waktu dua menit sejak awal pertandingan.

Namun gol ini segera membangunkan Nerazzurri yang langsung memberikan reaksi, dan dalam waktu lima menit Palacio segera menyamakan kedudukan setelah menyelesaikan umpan terobosan indah dari Kovacic. Di menit ke-34, pemain muda asal Kroasia ini kembali menyiapkan operan brilian di depan Icardi yang tidak menyia-nyiakannya. Hanya empat menit berlalu dan Palacio menambahkan gol lain malam ini setelah menyambut operan rendah Nagatomo dan mengubah skor menjadi 3-1, lalu berlari ke bangku pemain untuk memeluk kapten Zanetti. Inter unggul sementara saat turun minum.

Tujuh menit setelah babak kedua dimulai, saat yang ditunggu-tunggu semua orang akhirnya tiba: Zanetti turun ke lapangan! Seluruh penonton di stadion bangkit dari duduk mereka dan bersorak saat sang kapten menepuk dadanya dan pertandingan dalam pertandingan dimulai. Pupi mengenakan ban kapten khusus untuk penampilannya yang ke-857 bersama Inter yang mencantumkan nama-nama semua rekan timnya selama kariernya di Inter.

Handanovic melakukan penyelamatan yang mengagumkan untuk menghalau sundulan Biava di menit ke-54, sementara Diego Milito mulai melakukan pemanasan setelah pertandingan berjalan satu jam, bersiap untuk turun ke lapangan. Lima menit kemudian, para penonton kembali memberikan standing ovation, saat Samuel - seorang pilar lain dari tim pemenang Treble kita - menantinya di lapangan untuk berbagi malam yang istimewa ini.

Lazio tentu tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha mencetak skor dengan melancarkan beberapa serangan ke gawang Handanovic, namun kiper asal Slovenia ini tidak akan membiarkan bola menggetarkan jaring gawangnya.

Nerazzurri berhasil mengamankan poin dengan gol keempatnya di menit ke-79 dan mantan pemain  Lazio, Hernanes, yang mencetaknya. Pemain asal Brasil ini memotong dari kanan dan melepaskan tendangan keras ke pojok jauh gawang untuk merayakan panggilan Piala Dunia untuknya.

Kemenangan 4-1 yang meyakinkan sekaligus memastikan tempat di Liga Europa musim depan, yang berarti juga pesta yang sebenarnya akan dimulai.

Inter 4-1 Lazio (HT: 3-1)

Pencetak Gol: Biava 2, Palacio 7, 38, Icardi 34, Hernanes 79.

Inter: 1 Handanovic; 23 Ranocchia, 25 Samuel, 35 Rolando; 2 Jonathan (Zanetti 52), 88 Hernanes, 17 Kuzmanovic (Taider 74), 10 Kovacic, 55 Nagatomo; 8 Palacio (Milito 65), 9 Icardi.

Cadangan tidak diturunkan: 12 Castellazzi, 30 Carrizo, 6 Andreolli, 14 Campagnaro, 33 D'Ambrosio, 11 Alvarez, 13 Guarin, 20 Botta.

Pelatih: Walter Mazzarri.

Lazio: 1 Berisha; 20 Biava, 27 Cana, 3 Dias; 15 Gonzalez (Ledesma 46), 23 Onazi (Candreva 68), 5 Biglia, 17 Pereirinha; 7 Felipe Anderson (Minala 82), 11 Klose, 14 Keita.

Cadangan tidak diturunkan: 95 Strakosha, 55 Guerrieri, 2 Ciani, 16 Elez, 85 Novaretti, 6 Mauri, 48 Filippini, 60 Pollace, 34 Perea.

Pelatih: Edy Reja.

Wasit: Massa.

Kartu kuning: Palacio 30, Onazi 46.

Perpanjangan waktu: 0+3.

Penonton: 64.718

susunan pemain awal

Handanovic 11 Berisha
Ranocchia 2320 Biava
Samuel 2527 Cana
Rolando 353 Dias
Jonathan 215 Gonzalez
Hernanes 8823 Onazi
Kuzmanovic 175 Biglia
Kovacic 1017 Pereirinha
Nagatomo 557 Felipe Anderson
Palacio 811 Klose
Icardi 914 Keita

cadangan

Castellazzi 1295 Strakosha
Carrizo 3055 Guerrieri
Zanetti 42 Ciani
Andreolli 616 Elez
Campagnaro 1485 Novaretti
D'Ambrosio 336 Mauri
Alvarez 1148 Filippini
Guarin 1360 Pollace
Taïder 2124 Ledesma
Botta 2087 Candreva
Milito 2234 Perea
58 Minala